Perilaku Rayap Tanah


Rayap merupakan hama yang dapat menimbulkan masalah berupa kerugian dalam hal ekonomi di Indonesia. Rayap ini dapat menyebabkan kerusakan yang nilainya tidak tanggung - tanggung jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya, kerusakan yang ditimbulkan secara masih dan menyangkut kerusakan pada Bangunan komersial maupun bangunan pribadi serta dokumen berharga lainnya.


Rayap tanah telah ada selama lebih dari 55 juta tahun dan mereka sangat pandai dalam hal apa yang mereka lakukan. Sebagian besar kesuksesan mereka dapat dikaitkan dengan perilaku saling kerjasama dalam koloni sosial mereka. Karena rayap ini memang dikenal sebagai serangga sosial. Ini berarti mereka hidup dalam kelompok keluarga yang disebut koloni. Serangga sosial berbeda dari serangga lain seperri belalang, kecoak, atau kumbang, karena setiap rayap di koloni melakukan pekerjaan tertentu yang menguntungkan koloni secara keseluruhan.


Sebagian besar serangga lain hanya bekerja untuk diri mereka sendiri. Sebagai contoh, setiap individu belalang akan memberi makan dan mereproduksi dirinya sendiri secara independen. Hal ini berbeda dengan koloni rayap, seluruh kelompok atau kasta rayap bertanggung jawab untuk memberi makan orang tua dan saudara kandung mereka, sementara kasta lain bertanggung jawab untuk reproduksi. Karena ini pembagian kerja, koloni individu berfungsi sebagai hewan tunggal.


Berikut ini adalah deskripsi tentang bagaimana koloni rayap di bawah tanah berkembang biak dan bagaimana kasta yang berbeda berinteraksi dan berkomunikasi ketika koloni sedang tumbuh.


Pembentukan Koloni


Selama musim penghujan, para pemilik rumah mungkin mulai melihat rayap bersayap (laron) mulai muncul dalam jumlah besar di dalam rumah mereka atau dari dalam tanah rumah mereka. Ini adalah swarmer yaitu jenis rayap yang berada di bawah tanah dan sudah siap berkembang biak.


Para swarmer adalah calon raja dan ratu rayap baru yang harus meninggalkan koloni induknya secara bersama-sama untuk kawin dan membangun koloni baru mereka sendiri. Para rayap ini berpasangan selama penerbangan mereka, lalu mendarat dan mencari tempat untuk memulai sebuah keluarga.


Sayap rayap akan putus dengan segera setelah mendarat, dan raja baru dan ratu memulai koloni mereka dengan menggali sebuah ruangan kecil di sebidang tanah yang cukup lunak dan biasanya bila pada sebuah bangunan, mereka akan mulai masuk dari retakan yang ada di lantai keramik naupun celah lainnya. Ketika ruangan cukup besar, mereka akan merangkak masuk, menutuh kembali jalur masuk sehingga Tidak terlihat dari luar.


Mulai saat itulah, bersama sebagai ratu dan raja rayap dimana mereka akan menghabiskan sisa hidup mereka dibawah tanah. Ratu akan mulai bertelur untuk pertama kalinya, dari telur trrsebut dalam beberapa hari atau minggu perkawinan akan mulai dibuahi. Awalnya, raja dan ratu karena merupakan rayap yang masih muda dan belum berpengalaman sebagai induknya rayap. Maka, kapasitas bertelur dari sang ratu akan terus meningkat seiring waktu yang berjalan, keturunan yang lebih dulu menetas akan mulai membantu untuk merawat adik mereka. Dari situlah, sebaih koloni baru akan terus tumbuh dengan semakin meningkatnya jumlah populasi rayap yang terus bertambah setiap tahunnya.


Raja dan ratu merupakan rayap reproduktif yang memiliki rentang hidup terlama di dalam Sebuah koloni. Mereka dapat bertahan selama satu dekade atau lebih dan dapat menghasilkan koloni besar dengan ribuan bahkan jutaan anak.


Rayap bawah tanah yang paling umum ditemukan di Indonesia adalah rayap tanah, koloni dewasa diperkirakan memiliki anggota koloni lebih dari 60.000 pekerja. Koloni rayap di tanah yang besar ini sering menjadi terdesentralisasi dari waktu ke waktu dan menempati beberapa tempat yang saling terhubung oleh jaringan terowongan yang berada dibawah tanah.


Kasta rayap yang berada di bawah tanah


Kasta Reproduktif Utama



Seperti dijelaskan di atas, koloni tanah yang sudah dewasa, diwaktu-waktu tertentu dalam setahun, akan menghasilkan jumlah besar swarmers bersayap atau "alate" yang akhirnya akan menjadi rayap raja dan ratu.


Jenis rayap yang umumnya di Indonesia disebut laron ini berwarna gelap dan merupakan satu-satunya kasta dengan mata fungsional. Para laron akan mulai kehilangan sayap mereka setelah penerbangan singkat di mana mereka mulai memilih pasangan hidupnya. Raja rayap yang baru itu tetap tidak berubah dari segi bentuk dan ukuran tubuhnya setelah kehilangan sayapnya. Namun, hal ini sangat berbeda ketika sang ratu yang baru mulai menghasilkan telur, perutnya tumbuh lebih besar dengan perkembangan indung telurnya. Ketika dia meregang, segmen tubuhnya menarik lebih jauh memperlihatkan selaput putih di antara pembatas perutnya.


Hal ini membuat penampilan ratu rayap terlihat lebih memiliki garis pada bagian perutnya. Ratu rayap tanah akan meregang sampai dia berukuran sekitar 14,5 mm panjangnya. Pada titik ini dia menjadi mesin petelur, yang bisa menghasilkan lebih dari 500 keturunan per tahun.


Kasta Reproduktif sekunder



Koloni rayap berasal dari sepasang tunggal rayap reproduksi, yakni sang raja dan ratu.


Namun, jika raja atau ratu harus mati, individu lain dalam koloni akan mulai mengembangkan organ reproduksi fungsional untuk menggantikan mereka. Individu-individu ini disebut reproduktif sekunder. Mereka memliki warna lebih terang yang membedakan adalah ukuran mereka lebih besar dari rayap pekerja. Dalam koloni dewasa kasta reproduksi sekunder ini dapat berkembang meskipun masih ada ratu yang memproduksi. Ketika ini terjadi, anggota kasta reproduksi sekunder akan menghasilkan mayoritas telur, menyebabkan koloni tumbuh pada tingkat yang jauh lebih cepat.


Namun, meskipun tidak ada reproduksi sekunder individu dapat menghasilkan telur sebanyak yang dapat diproduksi oleh sang ratu, jumalh merwka bisa menvapai beberapa ratus dalam satu koloni yang sama, sehingga mereka dapat menghasilkan ribuan telur.


Reproduksi sekunder juga dapat berkembang di sarang satelit di mana sekelompok pekerja telah terpisah dari koloni orang tua utamanya. Pemecahan atau pembuatan sarang baru ini dapat semakin memperluas wilayah pencarian makanan dari koloni asli.


Kasta Pekerja


Rayap Kasta pekerja

Kasta rayap pekerja ini adalah kasta yang dapat ditemukan pada kayu yang terserang rayap.


Para pekerja bertanggung jawab atas semua kerja di koloni. Mereka merawat rayap muda, memperbaiki sarang, membangun terowongan, mencari sumber makanan dan membawanya kembali ke sarang.


Rayap pekerja yang masih muda biasanya diberikan tugas internal terlebih dahulu di dalam koloni seperti memberi makan dan merawat yang muda, sementara para pekerja yang lebih tua dan diberikan tugas keluar dan diberikan pekerjaan yang lebih berbahaya dari mencari makan dan membangun sarang.


Rayap pekerja ini berjenis kelamin laki-laki dan perempuan tetapi mereka secara fungsional steril. Mereka berwarna putih susu dan tidak memiliki sayap atau mata. Tubuh pekerja rayap lunak, tetapi mulutnya sangat keras dan bisa digunakan untuk mengunyah kayu.


Kasta Prajurit


Rayap Prajurit

Pasukan tentara rayap tanah ini adalah para pembela koloni. Mereka melindungi koloni dari musuh seperti semut dan sesama rayap yang berasal dari koloni yang berbeda. Ketika kita membuka jalur tanah dengan mendongkrak sedikit jalur tanah ini, maka kita akan melihat para prajurit akan segera berkumpul di sekitar lubang ini untuk berjaga-jaga melawan penjajah.


Rayap prajurit ini mirip sekali dengan rayap pekerja karena mereka buta, bertubuh lunak dan tanpa sayap. Namun, para prajurit mempunyai warna
kepala coklat yang berukuran besar, keras, sedikit kekuningan dan telah telah diberadaptasi untuk memiliki kemmluan bertarung.


Kepala memiliki sepasang rahang yang memiliki ukuran sangat besar yang digunakan untuk menusuk, memotong dan membunuh musuh (terutama semut).


Namun, mandibula (capit) yang besar mebuat para prajurit ini tidak dapat makan sendiri, sehingga mereka harus bergantung pada pekerja untuk mendapatkan makanan.


Perilaku Rayap Tanah ini tidak diketahui secara pasti bagaimana rayap yang berada dibawah tanah ini dapat menemukan sumber makanan. Diperkirakan bahwa rayap hanya membagi wilayah di sekitar sarang dan mulai menggali jaringan terowongan. Ketika mereka menggali, mereka datang kontak dengan kayu yang terkubur dalam prosesnya.


Ketika makanan ditemukan, rayap lainnya dipanggil untuk datang ke sumber makanan dan terowongan lain yang tidak produktif segera ditutup. Sedangkan untuk mencari makan pada berbagai koloni kecil rayap sulit diprediksi. Koloni kecil dapat mencari makan hanya beberapa meter jika makanan berlimpah. Beberapa koloni yang lebih besar mungkin mencari makanan di atas area seukuran lapangan sepak bola. Namun, tergantung pada musim dan cuaca, koloni tidak bisa mencari makanan di seluruh rentang wilayah mereka setiap saat. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa beberapa koloni kecil yang terkait dapat mencakup jarak makan yang lebih besar daripada yang koloni besar.


Untuk mencari sumber makanan yang sudah didapatkan, maka rayap biasanya menghasilkan bahan kimia disebut feromon yang mempengaruhi perilaku mereka. Feromon ini pada dasarnya adalah bau yang mengirim pesan ke rayap yang berada dalam koloninya. Sementara terowongan dari tanah, rayap mencari makan menyebarkan jejak feromon yang mereka keluarkan dari kelenjar di perut mereka.


Ketika sumber makanan berada semakin dekat, maka jejak bau semakin intensif untuk mengundang rayap lain ke tempat makan. Namun, intensitas upaya perekrutan (jejak bau) dipengaruhi oleh suhu tanah, kelembaban dan pemadatan serta ukuran dan kualitas sumber makanan.


Rayap tanah juga mencari makanan di atas tanah sebagai sumber makanan, seperti kayu struktural di rumah dan struktur lainnya.


Untuk melindungi diri mereka sendiri dari pengeringan dan predator seperti dari semut saat mencari makan di atas tanah, maka rayap membangun tabung panjang dari lumpur dan kotoran. Pekerja rayap melakukan perjalanan kembali dan di dalam tabung ini antara tanah dan struktur di atas tanah.


Tabung lumpur ini disebut jalur tanah. Jalur tanah ini sangat mudah dilihat dan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengidentifikasi potensi mulai munculnya serangan rayap.


Begitu sumber kayu telah ditemukan, rayap membangun utilitas atau tabung kerja yang lebih besar dan permanen. Tabung utilitas adalah jalan raya yang mengalir dari galeri rayap bawah tanah langsung ke sumber makanan. Tabung utilitas dapat menutupi jarak yang cukup jauh di atas fondasi bangunan atau di sepanjang dinding eksterior untuk mencapai bagian dalam kayu. Kadang-kadang rayap tanah membangun tabung lain yang mengalir dari kayu struktural kembali ke tanah. Tabung-tabung ini disebut jalur kembali dan memiliki berat lebih ringan, dan memiliki warna lebh cerah dari tabung utilitas karena mengandung lebih banyak serat kayu yang diambil dari sumber makanan.


Di bawah tanah, rayap juga membangun jenis tabung lumpur keempat sebagai tambahan bagi mereka yang dapat memfasilitasi mereka guna mencari makanan. Ini disebut tabung kerumunan. Tabung-tabung besar dibangun secara musiman hanya memiliki panjang 4-8 inci di atas tanah. Tabung-tabung ini menyediakan pintu keluar bagi para laron bersayap yang meninggalkan koloni.


Kebutuhan Tempat Lembab


Bangunan Lembab

Rayap tanah mereka Tidak tahan dengan cuaca dan suhu yang kering di luar tanah, inilah sebabnya mengapa mereka harus hidup di dalam tanah. Tanah memiliki kapasitas untuk menahan air dalam jangka waktu yang lama dan menjaga koloni tetap lembab. Ketika rayap mencari makan di atas tanah, mereka harus mempertahankan koneksi mereka ke tanah sehingga para pekerja dan tentara dapat kembali secara berkala untuk mendapatkan kelembaban bagi tubuh mereka. Jalur tanah yang terbuat dari lumpur yang mereka buat menyediakan kebutuhan rayap untuk dapat tetap terhubung dengan tanah.


Jika jalur tanah rusak, rayap pekerja akan berusaha keras untuk segera memperbaikinya. Jika jalur tanah tidak bisa dengan segera diperbaiki, rayap yang berada di atas tanah akan lebih cepat mati karena dehidrasi. Namun, pada beberapa kasus sebuah koloni rayap tanah memang juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi di atas tanah.


Biasanya, serangan rayap yang berada di atas tanah ini hampir bisa dipastikan akan dengan midah ditemukan dalam kayu yang cenderung lembab. Masalah kelembaban ini muncul akibat dari akumulasi daun yang menyimpan tulang air pada atap bangunan, bisa juga karena adanya pipa bocor atau rembesan yang berada di dalam tembok, atau ventilasi yang buruk di ruangan. Dalam kasus seperti itu, koloni dapat bertahan hidup di atas tanah sampai sumber makanan pada lokasi tersebut habis.


Nutrisi dan Makanan


Meskipun rayap tanah dapat mengunyah dan merusak banyak bahan dengan tekstur yang keras seperti kayu, namun sebenarnya mereka hanya dapat memperoleh nutrisi dari selulosa. Namun, rayap bawah tanah tidak bisa mencerna selulosa sendiri. Untuk mencerna kayu, rayap tanah memiliki sejumlah besar mikroorganisme yang berada di usus mereka yang dapat mengubah serat kayu menjadi nutrisi yang dapat digunakan. Jika tidak ada mikroorganisme usus, rayap bisa makan terus-menerus tetapi akan tetap mati karena tidak bisa mencernanya.


Di dalam koloni rayap, biasanya makanan dibagi dari mulut ke mulut (proses yang disebut trophallaxis). Rayap pekerja mencari makan dan mereka akan menyimpan selulosa makanan ini di usus mereka. Mereka kemudian kembali ke sarang dan memberi makan rayap yang masih muda, tentara, dan reproduktif.


Rayap yang masih muda ini memiliki karakter yang sangat unik dalam kebutuhan nutrisi mereka, karena seperti semua serangga remaja lainnya, mereka harus secara berkala melepaskan kulit mereka (exoskeleton) agar tumbuh (molting). Ketika mereka melakukan ini, mereka juga melepaskan lapisan perut belakang mereka, dimana terdapat selulosa kayu yang sudah dicerna mikroorganisme hidup didalam pertanyaan ikut terbuang. Setelah molting rayap tidak lagi memiliki mikroorganisme dan tidak dapat mencerna makanan.


Dalam rangka untuk mengisi pasokan mikroorganisme mereka, rayap muda memakan cairan (yang mengandung mikroorganisme) yang telah dikeluarkan dari kulit belakang rayap yang lebih tua. Proses memakan makanan dari anus ini disebut sebagai prokodeal. Meskipun kedengarannya menjijikkan, pemberian makan ini sangat penting untuk kelangsungan hidup koloni rayap.


Perilaku untuk Selalu Berkerumun


Berkerumun adalah metode rayap untuk melakukan penyebaran dan membangun sebuah koloni baru. Laron yang muncul dari dalam koloni didalam tanah, pada waktu-waktu tertentu dalam setahun ketika kondisinya cocok. Puncak musim berkerumun untuk rayap tanah adalah pada datangnya awal waktu musim penghujan. Rayap tanah biasanya berkerumun selama siang hari di hari-hari hangat setelah hujan.


Para laron rayap ini sangat tertarik pada cahaya, sehingga jika mereka muncul di dalam ruangan mereka akan terlihat terbang ke kusen jendela dan membuka pintu. Biasanya, rayap juga berkeliaran di dalam ruangan atau di luar adalah indikasi pertama bagi pemilik rumah bahwa bangunan mereka sedang diserang oleh rayap.

Peran Penting Rayap

Rayap memiliki peran penting dalam penguraian bahan organik, siklus nutrisi, penyiraman tanah, dan pengeringan, mereka adalah hama penting dari daerah beriklim sedang dan tropis. Mereka bertanggung jawab atas kerugian besar bagi hasil pertanian, hutan, perkebunan komersial, dan struktur kayu dalam bangunan, dan miliaran rupiah dihabiskan untuk pengendaliannya.



Metode pengendalian rayap tradisional melibatkan penyuntikan ratusan liter insektisida sintetis ke tanah atau penggunaan produk umpan rayap yang mengandung pengatur pertumbuhan serangga. Hal ini menimbulkan risiko bagi manusia dan lingkungan dan yang terakhir relatif mahal. Ada peningkatan pengakuan umum terhadap kebutuhan untuk meningkatkan praktik-praktik manajemen rayap dan mengurangi efek lingkungan yang berbahaya. Hal ini menyebabkan pergeseran paradigma dalam strategi manajemen pembasmian hama rayap.


Dimana rayap merupakan kelompok serangga paling sukses di bumi dan berkontribusi secara signifikan terhadap sebagian besar ekosistem dunia. Kepentingan ekonomi mereka ada dua, keduanya sangat bermanfaat dan sangat berbahaya bagi manusia. Jenis rayap mendapatkan status hama ketika mereka merusak bahan bangunan atau komoditas agronomi dan kehutanan. Sebagai hama, mereka telah dikaitkan dengan tanaman sejak zaman dahulu.


Mereka dapat merusak langsung dari mulai petani menabur benih sampai tiba masa panen tanaman. Miliaran dolar dihabiskan setiap tahun di seluruh dunia untuk mengontrol dan mencegah serangan rayap. Sifat yang selalu bersembunyi dan berada dalam sebuah organisasi sosial rayap menjelaskan mengapa infestasi sulit dipelajari dan dikendalikan.


Di masa lalu, perhatian terutama diarahkan pada biologi, sistematika, sosialitas, dan simbiosis mereka. Oleh karena itu penting untuk mempelajari biologi dan kontrol rayap yang diterapkan. Dengan menggunakan termisida kimia adalah metode yang paling populer dan efektif. Sekitar dua pertiga dari perawatan oleh perusahaan pengendalian hama bergantung pada penggunaan insektisida cair di dalam tanah.


Namun, efek merusak dari penggunaan termitisida kimia secara terus menerus merupakan masalah serius, dan banyak perusahaan pest control yang menggunakan bahan kimia yang paling efektif sekarang dilarang di karenakan isu lingkungan ini. Jadi, ada kebutuhan yang mendesak untuk mengembangkan strategi pengelolaan rayap dengan biaya dan bahaya yang paling tidak mungkin bagi organisme selain koloni rayap, yang ada di lingkungan tersebut.


Kerusakan yang terjadi biasanya sudah terlambat ketika gejala-gejalanya mulai muncul. Itulah mengapa perlu dipahami dan diketahui mengenai metode pencegahan sebelum terjadinya serangan rayap terjadi.

Tanda Munculnya Rayap Tanah


Rayap Tanah atau Subterranean memiliki gaya hidup cryptobiotic atau "tersembunyi". Ini berarti bahwa mereka selalu tersembunyi dari pandangan kita di bawah permukaan tanah,di bawah permukaan kayu, atau di terowongan lumpur mereka.


Sifat cryptobiotic ini berkontribusi pada kesuksesan mereka dalam menyerang bangunan yang ditinggali oleh manusia. Rayap memasuki bangunan kita dari bawah permukaan tanah dan mencari makan di dalam kayu. Kita biasanya tidak mendeteksi kehadiran mereka sampai kerusakan jelas terjadi. Seringkali kita tidak tahu bagaimana rayap masuk ke rumah kita. Ini bisa membuatnya sangat sulit untuk mengendalikannya.


Berikut ini adalah deskripsi tentang bagaimana rayap biasanya menyerang kayu yang ada di dalam bangunan, sebenarnya apa saja sih yang mendorong serangan rayap, dan bagaimana Anda dapat mendeteksi tanda-tanda infestasi rayap.


Rayap Tanah biasanya menyerang struktur dari tanah di sepanjang pondasi. Mereka biasanya masuk melalui celah di slab, saluran utilitas, sambungan pondasi, dan koneksi pipa.


Tanda-tanda Awal dari Serangan Rayap Tanah


Pondasi pada lapisan antara fondasi dan veneer bata, plesteran. Ini adalah masalah besar karena tidak ada bukti eksternal dari keberadaan rayap sampai kerusakan sudah terjadi.


Struktur kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah seperti dek atau beranda mengundang pintu masuk rayap.


Sumber dari kebanyakan serangan rayap di bawah tanah adalah koloni yang hidup di dalam tanah.


Namun, beberapa serangan rayap yang terjadi terkadang juga berasal di atas tanah.


Serangan rayap di atas tanah terjadi baik ketika raja rayap dan ratu memulai sarang baru di dalam bangunan atau ketika rayap pekerja mencari makanan menjadi terisolasi di dalam ruangan dan tidak dapat kembali ke koloni induk.


Serangan semacam ini jarang terjadi pada daerah yang kering, karena mereka membutuhkan kondisi yang sangat lembab sepanjang tahun.


Namun, rumah dengan atap yang terdapat rembesan air atau kebocoran terkadang beresiko, karena kelembaban yang terjadi dalam waktu cukup lama dalam bangunan untuk memungkinkan rayap menjadi betah tinggal didalamnya.


Kelembaban yang terjadi dalam waktu yang lama, memungkinkan koloni rayap bertahan hidup tanpa terkoneksi ke tanah. Dalam kasus seperti itu masalah kelembapan pada bangunan dapat menjadi jalan masuk rayap untuk berikutnya mereka akan mulai merusak
rumah.


Indikator Serangan Rayap Tanah


Serangan rayap yang terjadi di bawah tanah biasanya dapat diketahui melalui 3 indikator berikut:


1. Jalur Tanah / Lumpur.


Jalur Rayap


Jalur yang dibuat oleh rayap dipergunakan untuk menjadi jalan dalam aktivitas mencari makan dari tanah ke kayu yang akan dijadikan makanan. Jalur tanah tersebut fungsinya sebagai tempat berlindung bagi rayap mencari makan. Jalur tanah tampak memanjang pada sumber makanan.


Ukurannya bisanya sebesar lebar pensil. Mereka paling jelas ketika mereka keluar dari pondasi beton dan permukaan lain yang terbuka. Namun, jalur tanah sering kurang terlihat, karena berada didalam retakan rambut, di bawah lantai, atau di sisi belakang dan pinggiran dinding.


2. Swarmer atau Laron



Swarmer merupakan Rayap bersayap yang muncul di dalam ruangan atau di luar dan muncul dari sarang yang berdekatan dengan struktur sering menjadi tanda pertama dari serangan rayap tanah.


Rayap yang berkerumun tertarik oleh cahaya. Oleh karena itu, laron di dalam ruangan sering ditemukan di sekitar lampu, jendela, pintu dan ventilasi. Juga, sejumlah besar laron berada didalam kusen jendela atau lantai.


3. Kerusakan Kayu.




Indikasi umum mulai munculnya serangan rayap adalah munculnya kembungan atau lecet yang terjadi pada kayu yang lapuk.


Namun, kerusakan rayap di bawah tanah dapat luput dari perhatian kita karena rayap hanya memakan kayu yang ada dibagian dalam saja dan meninggalkan sedikit butiran serbuk kayu sedangkan permukaan luar tetap utuh.


Namun, hal ini sebenarnya dapat dideteksi dengan mengetuk kayu setiap beberapa inci dengan gagang obeng. Kayu yang rusak terdengar kopong karena rongga didalamnya dan ketika ditusuk dengan obeng, maka dapat dengan mudah menembus kayu. Jika rayap pekerja aktif maka kita akan dengan mudah dapat melihat mereka di dalam kayu tersebut.


Penyebab Bangunan Bermasalah Dengan Rayap


Mungkin secara tanpa sadar kita turut berkontribusi dengan menyediakan akses bagi rayap baik berupa tempat yang nyaman dan cenderung lembab maupun menyediakan sumber makanan berupa kayu yang dapat dengan mudah di jangkau boleh rayap saat kita sedang membangun rumah yang kita tinggali saat ini.


Berikut ini adalah contoh konstruksi dan lansekap yang menyebabkan serangan rayap yang ada di bawah bangunan rumah kita


1. Kayu Menempel pada tanah


Ini seperti menyediakan jalan tol pada sumber makanan bagi rayap secara langsung dari koloni di tanah ke kayu di rumah kita.


2. Papan kayu yang tidak dilepas setelah pekerjaan konstruksi selesai dilakukan.


Bisa berupa papan kayu, tripleks, bak bekas cor kayu, dan kayu pemisah tembok yang tertinggal


Di bawah bangunan yang memungkinkan rayap untuk menemukan makanan ini.


Kayu yang berada pada rongga dalam ketika memasang bata dan beton, sisa kayu yang ada memungkinkan rayap untuk mencari makan melalui rongga beton ini.


3. Sampah Kayu yang terkubur di bawah slab atau sloop.


Mengubur puing-puing konstruksi di tanah yang ada didalam bangunan dapat menyebabkan banyak rayap berkumpul di sekitar atau di bawah tanah ini.


4. Drainase yang tidak benar.


Beberapa struktur dibangun dengan standar yang kurang tepat. Lainnya mungkin memiliki atap yang tidak cukup panjang, atau terlalu pendek. Karakteristik ini akan menghasilkan akumulasi uap air di dasar pondasi. Kelembaban ini menyediakan habitat ideal untuk rayap bawah tanah.


6. Landscaping.
Lansekap, termasuk penyebaran mulsa atau kerikil dibawah fondasi bangunan, dapat menyebabkan kelembaban dipertahankan di dasar struktur pondasi.


Karena tanah lembab adalah habitat rayap utama, daerah tersebut berbatasan langsung dengan fondasi harus dijaga sekering mungkin sehingga rayap akan lebih memilih hidup dan mencari makan di tempat lain.


Di Indonesia, Serangga rayap di bawah tanah ini dapat menimbulkan kerugian mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya. Oleh karena itu sangat penting untuk melindungi rumah Anda maupun melakukan pemeriksaan rutin untuk aktivitas rayap jika Anda mengamati salah satu tanda-tanda mulai munculnya serangan rayap.

Rayap Sebagai Pengurai Di Alam

Di beberapa daerah di mana rumah-rumah kayu mendominasi, rayap telah menjadi mimpi buruk, tetapi sebenarnya mereka adalah makhluk yang sangat berguna. Mereka memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologis. Mereka membawa tanaman mati, serangga mati, dan kotoran hewan ke sarang mereka.


Ini sangat penting karena jika tidak akan ada banyak serangga mati yang mengotori tanah. Tetapi seolah-olah dengan tangannya, rayap dan makhluk lain secara diam-diam dan cepat membuang serangga yang mati ini. Dengan cara ini, tanah dibersihkan dari material yang berlebihan. Jika tanah tidak dibersihkan dan diurai oleh rayap dan serangga lainnya, itu akan menjadi tempat sampah yang terus bertambah, dan setiap hari akan lebih sulit bagi matahari dan mineral untuk mencapai tanah.


Rayap memiliki kegunaan lain selain membersihkan tanah. Mereka termasuk makhluk langka yang dapat mencerna bahan tanaman, dan saat mereka membusukkan selulosa pada tanaman, mereka membantu dalam pembentukan metana.


Ketika protozoa dalam sistem pencernaan rayap menguraikan selulosa, mereka melepaskan gas metana. Pada tahun 1932, seorang ilmuwan menemukan bahwasanya rayap dapat menghasilkan gas metana. Kemudian pada tahun 1982, ilmuwan lain dengan nama Zimmerman mampu menghitung jumlah gas yang mereka hasilkan.


Dr. Roger Gold, seorang entomolog, mengatakan bahwa "Selulosa adalah bahan yang sangat di dalam lingkungan yang sulit dipecahkan, dan jika bukan karena perut kita yang kembung sebagai petunjuk, maka kita tidak bisa, sebagai manusia, bertahan hidup di planet ini. ”


Para ilmuwan yang telah mempelajari masalah ini mengatakan bahwa rayap adalah sumber dari metana atmosfer. Metana (CH4) membentuk bagian atmosfer yang cukup baik, itu memainkan peran dalam penyerapan atmosfer dengan proses mencerna selulosa, protozoa dalam sistem pencernaan rayap memainkan peran besar dalam proses interaksi kimia terjadi di stratosfer dan troposfer. Semua hal ini memberi pengaruh pada iklim bumi.


Untuk merangkum kontribusi rayap terhadap produksi gas metana ini, Pertama, studi tentang distribusi geografis dari total berat dan populasi (biomassa) rayap di seluruh dunia dibuat. Kemudian hubungan antara distribusi umum gas rayap dan biomassa mereka dipelajari. Hasilnya menunjukkan bahwa rayap menghasilkan 4% dari metana dan 2% dari karbon dioksida di atmosfer dunia.


Selain itu, rayap menyebabkan nitrogen, fosfor, sulfur dan mineral lainnya dilepaskan ke dalam tanah dari bahan tanaman mereka masuk ke sarang mereka. Mineral ini bercampur dengan tanah dan menjadi tersedia untuk tanaman dan hewan lain di daerah tersebut. Dan ketika rayap masuk dan keluar sarang mereka, mereka membalikkan tanah dan menghirupnya, memungkinkan oksigen masuk.


Mereka juga memungkinkan penetrasi oleh sinar matahari dan oleh kelembaban yang sangat penting bagi organisme yang tak terhitung jumlahnya yang hidup di bawah tanah.

Rayap Formosan di Dalam Tanah

Pertempuran Bawah Tanah Para prajurit rayap Formosan di bawah tanah mempertahankan sarang koloni mereka jika terganggu. Semut api menusuk kepalanya ke terowongan rayap. Dinding terowongan runtuh sedikit dan mulai masuk. Beberapa semut melangkah masuk. Tiba-tiba, serdadu rayap melompat ke dalam aksi untuk mempertahankan sarangnya. Dengan rahang yang besar, melengkung, dan tajam, mereka mencubit semut. Cairan tebal dan lengket merembes dari para prajurit menuju kepala dan ke kaki semut.


Semut berjuang menembus cairan dan akhirnya lolos. Pekerja rayap terburu-buru untuk memeriksa kerusakan pada terowongan mereka. Mereka buta, jadi mereka harus merasakan lubang dan retakan semut. Para pekerja menggunakan kayu kunyah dan limbah untuk membuat bahan tambalan. Memperbaiki lubang tidak butuh waktu lama. Segera, para prajurit dan pekerja kembali melakukan bisnis mereka seolah-olah tidak ada yang terjadi. Serangga yang para ilmuwan sebut Coptotermes formosanus bukan sembarang rayap. Ini adalah rayap Formosan. Apa arti dari nama panjang ini? Formosa mengacu pada pulau Formosa. Pulau ini dekat dengan Cina. Formosa sekarang dikenal sebagai Taiwan. Sulit untuk mengatakan dengan pasti, tetapi para ahli percaya bahwa rayap ini asli daerah ini di dunia, khususnya di China selatan. Kata bawah tanah berarti "bawah tanah."


Rayap Formosa sering hidup di sarang kompleks di bawah tanah. Sarang mereka terdiri dari banyak terowongan yang disebut galeri. Rayap berasal dari kata Latin yang berarti "cacing pemakan kayu." Rayap, bagaimanapun, sebenarnya bukan cacing. Rayap bawah tanah Formosa menyebabkan masalah yang sangat serius di Amerika Serikat.


Pada abad ke-19, Formosan, rayap di bawah tanah Formosan, dianggap sebagai spesies invasif di banyak bagian dunia. Spesies invasif adalah tanaman atau hewan yang menyebabkan masalah ketika dipindahkan dari rumah alami ke daerah baru. Sebagian besar waktu, spesies invasif tidak memiliki musuh alami di rumah baru mereka. Jadi populasi mereka tumbuh di luar kendali. Mungkin sulit untuk memikirkan rayap kecil sebagai ancaman serius. Tetapi spesies invasif seperti Formosan adalah masalah global yang serius.


Spesies invasif menyebabkan miliaran dolar dalam kerusakan tanaman dan properti. Apa saja cara lain yang menyebabkan masalah spesies invasif? Berikut ini petunjuk: pikirkan efek apa pun yang mereka miliki terhadap satwa liar lainnya.


Formosan mengembangkan koloni yang jauh lebih besar daripada rayap asli Amerika Serikat. Koloni besar mereka juga melakukan lebih banyak kerusakan. Formosan dapat hidup di dalam dinding dan lantai bangunan, melakukan kerusakan selama bertahun-tahun sebelum orang memperhatikan mereka. Dan mereka tidak hanya melawan penjajah di terowongan mereka. Mereka juga sangat agresif dan dapat memaksa rayap asli untuk mencari rumah baru.

Sarang Yang Berbeda Untuk Setiap Situasi

Tampilan luar dari sebuah sarang rayap tampak berbeda antara satu dengan lainnya, hal ini tergantung pada lokasi di mana mereka berada. Sebagai contoh, beberapa spesies di hutan hujan tropis memasang atap dengan atap menjorok yang membuat gundukan tinggi mereka, terlihat seperti pagoda dan yang berfungsi untuk menahan hujan deras. Bentuk sarang menyerupai jamur ini khas rayap tropis, dan rayap yang hidup di zona kering tidak menggunakan teknik ini untuk membangun sarang mereka.


Rayap Afrika tidak membangun sarang dengan gundukan besar beratap seperti itu. Beberapa dari mereka membangun sarang anggun di batang pohon dan kemudian mereka tutupi dengan kubah untuk melindungi mereka dalam hujan lebat.


Sarang yang berada dibawah tanah ini bisa sangat rumit dalam strukturnya. Sebagai contoh, spesies Apicotermes gurgulifex yang hidup di Kongo membangun sarang menyerupai biji pinus raksasa 50 cm (19,5 inci) di bawah tanah. Di bagian dalam sarang adalah kamar-kamar datar yang dihubungkan dengan jalur spiral pusat. Bagian dalamnya memiliki struktur rumit yang terdiri dari galeri bertingkat yang dipisahkan oleh dinding setebal 1 mm.


Sarang mereka terlindung dari adanya para penyusup seperti infertil, karena ada prajurit dewasa dengan kepala besar dan rahang yang selalu menjaga sarangnya. Banyak saluran sempit memasuki galeri dari luar. Saluran-saluran ini terlalu sempit untuk dilewati rayap prajurit, seperti cerobong dari Macrotermes, saluran ini berfungsi sebagai sistem pertukaran gas. Mereka juga membentuk atap tipis untuk mencegah hujan memasuki sarang.


Rayap membangun sarang yang sangat cocok dengan kondisi lingkungannya. Saat memasuki atau meninggalkan sarang mereka, rayap menggunakan terowongan yang berada di dalam gundukan.


Daerah pedalaman Australia utara yang gersang di mana matahari bersinar setiap hari adalah rumah bagi "rayap kompas" (Omitermes meridionalis). Ini membangun termitaria setinggi 5 meter (16,40-kaki) dengan satu sumbu panjang yang menjalankan Utara / Selatan dan satu sumbu pendek Timur / Barat.


Detail arsitektural ini sangat penting. Anda dapat melihat lebih jelas mengapa rayap ini membangun sarang seperti itu. Di pedalaman, dimana pohon jarang tumbuh disini, ini berarti tidak ada bayangan dari matahari.


Jika sarang rayap ini tidak dibangun dengan cara khusus ini, mereka akan terpapar semua sinar matahari, dan akan sulit bagi rayap untuk bertahan terhadap cahaya dan panas. Tetapi orientasi khusus sarang mereka memecahkan masalah ini. Hasilnya adalah bahwa termitaria memiliki luas permukaan yang besar menghadap matahari di pagi dan sore hari, tetapi hanya permukaan yang sangat kecil menerima matahari di tengah hari, sehingga membantu menghasilkan suhu yang stabil untuk waktu yang sangat lama.


Siapa pun yang tersesat di pedalaman dapat dengan mudah menemukan arah utara dengan melihat orientasi sarang rayap ini. Tentu saja, Tepi atas gundukan rayap ini sedikit dipengaruhi oleh sinar langsung matahari, kedua sisi lebar menangkap pagi dan matahari senja. Sedangkan satu sisi lain dari sarang rayap akan terkena panas, sementara yang lain tetap dingin.


Contoh sarang rayap dibangun sesuai dengan kondisi klimaks setempat. ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana rayap buta tanpa kompas atau lembaga pencari arah yang lain dapat mencapai hal ini.


Bagaimana makhluk-makhluk kecil tanpa kapasitas untuk berpikir atau penilaian membuat perhitungan seperti itu? Rayap buta memiliki kemampuan untuk membuat rencana arsitektur, menghitung pergerakan matahari dalam kaitannya dengan sarang mereka dan membangunnya sesuai dan membuat penggunaan struktur yang diinginkan.


Semua aktivitas ini membutuhkan kesadaran dan menunjuk pada keberadaan Makhluk dengan intel ligence dan kekuatan penilaian. Rayap dapat melakukan hal-hal yang bahkan manusia tidak bisa, Mereka dapat menemukan arah mereka tanpa ada penunjuk arah.

Sistem Pendingin Ruangan Alami Didalam Sarang Rayap

Sarang rayap memiliki ukuran tinggi diantara 3 sampai 4 meter (9 dan 13 kaki) tinggi dan didalamnya terdapat sekitar dua juta rayap. Keseluruhan anggita koloni ini membutuhkan makanan, pekerjaan dan butuh udara untuk bernafas di dalam sarang mereka, jadi tentu saja, anggota koloni rayap ini mengkonsumsi banyak sekali oksigen.


Tanpa ventilasi mereka semua akan mati lemas dalam waktu dua belas jam. Lalu bagaimana kemudian, apakah koloni rayap bertahan hidup di sarang yang keras tanpa jendela? Rayap sendiri tidak bertindak sebagai ventilator seperti, misalnya, lebah lakukan ketika mereka mengosongkan sarang dengan mengipasi sayap mereka.


Sistem ventilasi sarang sepenuhnya otomatis. Udara dalam kamar jamur dipanaskan oleh proses fermentasi yang terjadi di sana. Seperti kelompok hewan bernapas yang sangat padat, rayap itu sendiri menyebabkan kenaikan suhu. Aliran udara panas yang terus menerus ini naik di dalam menara utama oleh tekanan dan dipaksa masuk ke dalam sistem saluran dari punggung bukit. Dinding eksterior dan interior dari pegunungan ini begitu keropos sehingga memungkinkan pertukaran gas terjadi. Karbon dioksida lepas, dan oksigen menembus dari luar.


Sistem saluran mereka dapat disebut paru-paru koloni. Udara didinginkan selama perjalanan melalui gundukan tanah, udara yang dingin ini sekarang mengalir ke lubang udara yang menyerupai ruang bawah tanah dengan cara sistem saluran lebar yang lebih rendah. Dari sana, ia kembali ke sarang dan menggantikan udara hangat yang naik.


Udara segar ini kaya oksigen, mengalir ke sarang pada laju 12 cm (4,72 inci) per menit dan menjaga suhu pada stabil 30 ∞C (86 F) . Karena sistem ini berfungsi sempurna, suhu didalam sarang bervariasi kurang dari setengah derajat. Dibutuhkan setiap hari 1.500 liter udara untuk memasok sarang rayap berukuran sedang. Jika oksigen ini dikirimkan oleh masuknya udara langsung ke sarang, suhu dan kelembaban akan terlalu tinggi untuk rayap untuk bertahan hidup.


Untuk alasan ini, rayap tidak menggunakan ventilasi sederhana semacam itu, sebaliknya, mereka telah menempatkan sistem yang jauh lebih rumit. Seperti yang kita lihat, agar rayap dapat menjalankan pilihan mereka, mereka akan membutuhkan setidaknya insinyur yang sangat baik, perancang yang baik dan banyak orang yang memiliki pengalaman di banyak cabang pengetahuan.


Pertimbangkan bahwa untuk memasang sistem pendingin udara seperti itu, rayap harus memiliki keahlian dalam bidang meteorologi, geologi, seni, dan desain interior, di antara cabang-cabang pengetahuan lainnya.


Sistem pendinginan udara yang berfungsi sempurna di dalam sarang, suhu internalnya bervariasi hanya setengah derajat sepanjang tahun. Suhu udara di saluran horisontal diturunkan, dan udara kemudian diangkut ke ruang bawah tanah yang dalam, udara panas


naik mengambil tempatnya. Tak terbantahkan bahwa rayap tidak pernah dapat memperolehnya sendiri atau secara kebetulan apalagi dengan pelatihan, ilmu yang mengandalkan kecerdasan, kesadaran dan pendidikan yang luas. Namun demikian, rayap dapat menerapkan metode yang sangat cerdas untuk menemukan solusi, tidak hanya masalah biasa tetapi juga masalah yang muncul secara tak terduga.


Adaptasi Rayap Pada Kondisi Lingkungannya


Di setiap koloni rayap, mereka memiliki teknik yang disesuaikan dengan area sarang yang sedang dibangun. Dalam situasi luar biasa, rayap bekerja dalam bahaya, maka mereka akan mengembangkan taktik baru yang sesuai dengan kondisi tersebut. Misalnya, ketika ventilasi udara tertutup, maka rayap akan segera mengambil tindakan dalam waktu empat puluh delapan jam untuk membangun struktur baru di atas gundukan yang tampak seperti topi runcing kecil dan memiliki dinding yang sangat berpori sehingga berfungsi sebagai sistem ventilasi baru.


Dengan cara ini, sistem dikembalikan normal kembali tanpa efek buruk apa pun yang dialami oleh para penghuni di koloni. Untuk melihat bagaimana rayap bereaksi dalam situasi darurat, ambillah bekas ampas dari spesies Macrotermes dan Odontotermes, kemudian tutup dan arahkan ke ventilasi sarang mereka dengan serangkaian cerobong asap. Cerobong-cerobong ini terbuka di bagian atas dan terhubung dengan lubang ventilasi yang melewati sarang ke tanah di bawah, di mana mereka ditutup di ujung.


Biasanya, rongga-rongga ini benar-benar terpisah dari bagian sarang dengan dinding tipis yang, mungkin, dapat tembus ke udara. Tidak ada rayap yang masuk kecuali selama periode konstruksi atau perbaikan. Pada saat seperti itu, banyak terarium dengan cepat berkumpul dan mulai memperbaiki.


Sarang bawah tanah terhubung ke permukaan dengan cerobong yang tinggi.


Masalah Berbeda, Solusinya pun Juga Lain


Pelembab Alami Selain ventilasi, ada juga masalah suplai air. Banyak diperlukan air untuk kebutuhan didalam sarang rayap karena badan rayap memiliki kulit tipis seperti membran yang membutuhkan atmosfer yang konstan. Tingkat kelembapan didalam sarang harus dijaga antara 89 dan 99%.


Selain air untuk konsumsi rayap, air juga diperlukan untuk membuat mortar untuk membangun sarang. Beberapa tungau gurun menggali 40 meter (131 kaki) di bawah bumi untuk menemukan air yang mereka gunakan didalam sarang.


Beberapa spesies lain memecahkan masalah dengan membawa tanah liat yang lembab ke dalam sarang. Selain itu, bagaimana gundukan sarang dibangun juga membantu memberikan kelembaban. Tebal, kelembaban, kedap dan tebalnya dinding sarang rayap ditutupi dengan lapisan tanah. Tanah liat mencegah kelembaban di dalam sarang dari penguapan yang berlebihan. Dinding pada sarang ditutupi dengan lapisan tanah liat untuk mencegah terjadinya penguapan.

Tahapan dalam Pembangunan Sarang Rayap

Rayap hidup selama bertahun-tahun di bawah tanah dan, ketika jumlah sebuah koloni mencapai populasi tertentu, maka kapasitas sarang perlu diperluas ke permukaan.


Biasanya, bila jumlah anggita koloni sudah mencapai antara 1 sampai 2 juta anggota rayap hidup dalam satu sarang. Dengan jumlah sebesar ini, maka mereka sangat membutuhkan adanya tambahan oksigen. Jika sarang tidak memiliki cukup ventilasi dan suhu kelembapannya tidak stabil, maka akibatnya mereka tidak dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, mereka harus membangun sarang mereka untuk memenuhi kebutuhan ini.


Rayap hidup nyaman dalam struktur tanah tanpa jendela atau celah udara untuk dilewati. Jadi, mari kita periksa letak yang luar biasa dari konstruksi sarang rayap. Segera setelah hujan lebat khususnya, gundukan kecil tanah akan tiba-tiba muncul di daerah di mana tidak ada gundukan rayap sebelumnya. Sarang dimulai sebagai gundukan kecil, tetapi dapat naik ke ketinggian 5 hingga 6 meter (15 hingga 19 kaki) dalam jangka waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, sebuah tumpukan gundukan tanah diambil dan kemudian dibawa ke sarang dan digunakan untuk memperluas sarang mereka.


Tumpukan tanah ini menjadi ppndasi utama yang akan mendukung bangunan sarang. Ketika tumpukan ini mencapai ketinggian tertentu, konstruksi berhenti.


Ketika gundukan naik dalam proses konstruksi, arus udara konveksi yang naik melalui saluran berfungsi sebagai pilar konstruksi dan pekerja yang tidak terlihat menenun dinding yang kuat di sekitar arus ini. Karena ini, sarang lebih dari sekadar tumpukan bumi, itu datanglah struktur yang rumit melalui penerapan teknologi mereka yang dilakukan secara sangat perlahan dan dilakukan dengan sangat cermat.


Namun hasil akhirnya, sebuah bangunan menakjubkan dengan arsitektur unik muncul dengan sistem ventilasi, kelembapan yang teratur, dan serangkaian terowongan dan lorong yang terhubung antara satu dengan lainnya.


Sebuah konstruksi sempurna di setiap tahap, tanpa kesalahan sedikitpun. Sementara pembabgunan konstruksi berlanjut, anggota koloni yang lain hidup dengan nyaman. Di setiap tahap, saluran ventilasi, terowongan, dan lorong ditempatkan secara akurat di tempatnya. Pada tahap tidak ada kesalahan yang dilakukan yang akan membuat koloni terancam.


Gundukan-gundukan ini dibangun untuk menjadi kekuatan ketika mereka bergabung dan kubah selesai, gundukan berfungsi sebagai penahan pada bagian luar bangunan.


Mereka yang berada di tengah, terpisah dari bagian atas mereka, kemudian dihilangkan. (Setelah bergabung, ini akan membentuk puncak kubah.) Tanah Liat digunakan untuk konstruksi bagian dalam, atau untuk membangun gundukan lebih cepat. Struktur luar atau kubah tidak hanya penting untuk melindungi struktur bagian dalam sarang dari hujan atau kerusakan eksternal, juga penting untuk menstabilkan dan mempertahankan suhu dan kelembapan suhu yang sangat penting untuk penetasan telur dan perawatan anak-anak yang ada pada koloni rayap ini.

Teknik Memperbaiki Sarang Rayap

Saat pertama kali kita melihat sarang rayap, mungkin terlihat telah dibangun tanpa rencana, seolah-olah tumpukan bumi telah ditumpuk secara acak. Tetapi kesan ini tidak bertahan lama, segera menjadi jelas bahwa tumpukan tanah yang tampak acak ini membentuk sarang dengan urutan yang sangat rumit. Bahkan jika semua sarang rayap menyerupai satu sama lain dalam ciri-ciri umumnya, mereka memiliki keragaman tak terbatas dan kelezatan desain Pada setiap tahap pemberian, Anda tidak dapat membayangkan kerumitan yang akan Anda hadapi pada yang berikutnya.


Salah satu ciri rayap pekerja adalah mereka cepat menyelesaikan atau menyesuaikan variasi apa pun dalam rencana konstruksi menjadi struktur keseluruhan. Dalam satu percobaan, lubang kecil dibuat di atap sarang rayap Nasut. Kemudian akan diamati bagaimana kemudian rayap memperbaikinya? Setelah jeda beberapa menit, satu tentara dengan hati-hati muncul dari terowongan, memeriksa sejauh mana kerusakan dengan hati-hati, dan kwmudian masuk kembali kedalam sarang.


Segera beberapa tentara muncul dan mengambil posisi di bagian atas dan bawah dari pembukaan. Hanya hidung runcing mereka dan antena mereka yang bergetar terlihat. Tak berapa lama kemudian datang lebih banyak tentara yang berbaris di sepanjang kedua sisi bagian yang rusak.


Selanjutnya, sekelompok pekerja muncul dan mulai memperbaiki usia bendungan, dimulai di kedua ujungnya. Hanya sekarang dan kemudian ujung sungut rayap pekerja terlihat membawa setetes kotoran besar di tepi terowongan yang rusak, dan segera setelah kepala menekan partikel tanah kecil ke dalam kotoran. Secara sistematis, mereka mulai membangun seperri menyusun batu bata, kerusakan diperbaiki hanya dalam beberapa jam.


Bakat rayap tidak terbatas pada pekerjaan perbaikan. Serangga ini juga memiliki teknologi untuk membuat kertas yang mereka gunakan dalam konstruksi sarang mereka. Mereka menggunakan bubur kertas yang terbuat dari kayu yang telah dikunyah yang dicampur dengan air liur atau kotoran, tidak hanya untuk dinding luar tempat tinggal mereka, tetapi juga untuk pembangunan tempat tinggal, dan tempat penyimpanan mereka, termasuk sel kerajaan dimana terdapat ruangan sang ratu rayap sebagai pusatnya.


Ruang demi ruang yang ada pada sarang merupakan bagian dari sarang rayap, kita bisa melihat kamar ratu dan bagian lain di sekitarnya, deretan kamar-kamar kecil di mana larva dirawat. Di samping ini adalah ruang penyimpanan tempat potongan daun kecil disimpan.


Ruang di mana ratu dan raja hidup adalah antara 15 dan 17 cm (6 hingga 7 inci) panjangnya. Ruangan ini adalah pusat sarang, dengan beberapa celah di dinding sarang tempat pekerja dan rayap tentara dapat datang dan pergi. Tapi bukaan ini terlalu kecil untuk menerima ratu dan raja yang lebih besar. Mereka menghabiskan seluruh hidup mereka di ruangan ini, di mana semua kebutuhan mereka disediakan. Mereka diberi makan melalui mulut ke mulut oleh rayap pekerja yang dapat dengan mudah melewati celah-celah ini. Para pekerja mengambil telur yang diletakkan oleh ratu, membawanya ke lokasi pembibitan larva terdekat dan merawat mereka di sana.


Raja selalu berada di sisi ratu dan menyuburkan telurnya pada saat yang tepat. Salah satu kamar paling menarik di dalam sarang adalah ruang pertanian. Sebuah pertanian yang berada di sebuah gesung pencakar langit didalam struktur bangunan rayap yang megah ini, dimana beberapa ruangan digunakan untuk pertanian.


Di sini daun ekstrak disimpan, dan mereka mulai bercocok tanam didalamnya. Pada malam hari, rayap mengumpulkan dedaunan dan biji dari luar dan menyimpannya di beberapa bagian bawah tanah yang tak terhitung jumlahnya yang telah mereka bangun. Tetapi rayap tidak bisa berdiri diluar ruangan terbuka dan terdapat cahaya. Karena alasan ini, sulit bagi mereka untuk mengumpulkan daun dan potongan-potongan bahan tanaman di tanah terbuka.


Rayap membangun lorong-lorong bawah tanah antara 2 dan 4 meter (6 hingga 13 kaki) dalam, dimana mereka membawa bahan organik ke dalam sarang. Bahan organik ini, digunakan di tempat tanah, terdiri dari daun, ranting dan potongan kayu. Rayap mencampurnya dengan sekresi dan tumbuh jamur di ruang besar yang dirancang khusus. Untuk memastikan produktivitas kebun jamur mereka dan untuk kesehatan koloni secara umum, suhu dan kelembaban di gundukan harus dijaga tetap konstan. Rupanya hal inilah yang membuat pertumbuhan jamur meningkatkan.


Rayap menggunakan bahan organik dari daun yang busuk dan potongan kayu sebagai tanah. Mereka mncampurnya dengan sekresi, mereka menggunakannya untuk menumbuhkan jamur di ruang penyimpanan yang terorganisir secara khusus. suhu di sekitarnya ke titik yang dapat merusak keseimbangan suhu yang dapat tercipta di dalam sarang, peningkatan suhu ini harus dikoreksi dengan segala cara.


Jadi rayap memasang sistem ventilasi untuk mengelola panas yang mereka hasilkan sendiri dan melalui metabolisme jamur di kebun mereka.

Rayap Merupakan Arsitek Yang Sangat Ulung

Rayap paling dikenal karena kemampuan mereka untuk membangun sarang luar biasa dari tanah dengan lebih mahir daripada yang bisa dilakukan manusia. Keterampilan arsitek-arsitek tropis ini tak terbantahkan dalam membangun kota-kota yang tampaknya muncul entah dari mana.


Kemudahan mereka dalam menemukan bahan bangunan, serta didukung oleh keterampilan teknis luar biasa. Setiap spesies rayap membangun berbagai jenis sarang yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sarang ini dapat ditemukan di dalam pohon, di atas atau di bawah tanah.


Sarang yang berbentuk seperti gunung secara arsitektur sangat kompleks. Pembangunan semua sarang dimulai di bawah tanah, di mana kompartemen menjadi lebih luas saat mereka mendekati permukaan. Sebuah penampang sarang rayap akan menunjukkan bahwa bagian dalam menyerupai spons terdiri dari sel yang tak terhitung 2,5 cm (0,9 inci) dalam ukuran, atau lebih kecil. Sel-sel ini bergabung dengan jalur sempit yang hanya cukup besar untuk dilewati oleh koloni rayap.


Rayap berkembang dalam atmosfer serta dengan suhu dan kelembaban yang konstan, dengan kandungan karbondioksida antara 5 dan 15%.


Dalam lingkungan yang seperti itu, manusia akan kehilangan kesadaran, tetapi rayap bertahan dengan mudah.


Sarang Perlindungan Bagi Rayap


Sarang rayap dirancang untuk mengisolasi penduduknya dari kondisi eksternal yang keras dan terus berubah di daerah tropis. Tidak peduli apa pun kondisi di luar, suhu dan kelembaban tetap stabil di dalam sarang.


Untuk menyediakan insulasi, rayap menutupi sarang mereka yang seperti gunung dengan lapisan bahan bangunan yang kompak yang berfungsi seperti kulit luar dari beton bertulang dan membantu mengatur iklim interior sarang sesuai dengan persyaratan. Untuk telur, penting bahwa suhu di dalam sarang tetap konstan.


Rayap harus sangat hati-hati untuk melindungi telur ratu, dan atap ini berfungsi untuk memastikan bahwa suhu sudah tepat. Atap juga melindungi koloni dari intruisi oleh makhluk lain, karena dinding luar sangat keras dan kokoh. Galeri yang ada jauh lebih lunak, terbuat dari bahan yang dapat dilihat rencana arsitektur sarang rayap. Melihat penampang verti cal dari sarang, kita melihat ruang kerajaan persis di tengah dan ruangan besar dan kecil yang mengelilinginya. hampir memiliki konsistensi yang mirip sekali dengan kardus.


Tepat di tengah ada ruang udara kecil antara kamar-kamar ini dan dinding luar yang kuat dan tebal. Di dasarnya, ada ruang udara seperti ruang bawah tanah. Struktur pusat berbentuk kerucut dan mendukung seluruh sarang.


Selain itu, sarang memiliki pendukung tegak lurus. Ruang udara lain naik seperti cerobong di atas struktur berbentuk kerucut ini. Dari atas ke bawah, bagian luar sarang memiliki saluran penutup yang membuka ke galeri-galeri dalam. Saluran barisan ini juga mendukung sarang. Saluran ini terlalu sempit bagi rayap untuk dilewati dan berfungsi sebagai sistem pertukaran gas.


Pada saat yang sama, saluran ini dilindungi oleh atap halus yang mencegah hujan masuk ke sarang. Saluran ini membentuk cabang sempit yang memanjang dari ruang udara atas ke ruang udara yang rendah, di mana mereka terpisah menjadi saluran kecil. Kemudian mereka bergabung bersama lagi untuk membentuk saluran yang lebih besar dan membuka jalan ke saluran udara tempat mereka pertama kali memulai.


Penampang dari sarang spesies rayap Macrotermes bellicosus. Satu juta rayap hidup untuk masuk ke sarang ini.


1. Sarang bawah tanah dibangun di atas kolom pendukung.


2. Di atas ini adalah blok fondasi spiral.


3. Di atas ini adalah area di mana larva disimpan.


4. Kebun jamur


5. Area penyimpanan makanan


6. Ruang ratu


7. Cerobong tengah


8. Chimney lateral: sistem kontrol suhu dan pertukaran udara


9. Jalur bawah tanah. Untuk mempertahankan suhu, rayap membawa makanan dan membangun material ke sarang melalui terowongan ini.


Rayap membangun sarang melindungi mereka dari semua sisi. Sarang-sarang ini begitu kuat. Entah bagaimana, rayap tahu bahwa suhu sarang harus tetap konstan dan bagaimana membuat isolasi terbaik untuk mempertahankannya.


Di daerah di mana para penyusup selalu bisa menyerang, rayap tahu bahan apa yang tepat untuk digunakan guna membangun sarangnya. Selain itu, mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengukur suhu di dalam sarang mereka.


Menyadari konstruksi yang indah di sarang rayap, para ilmuwan telah melakukan berbagai eksperimen di laboratorium mereka. Mereka membagi dua sarang rayap dalam proses pembangunan dan mencegah dua koloni rayap saling berhubungan satu sama lain. Hasilnya bukan dua sarang yang berbeda, tetapi dua bagian dari sarang yang sama. Ketika kedua bagian yang sudah selesai itu disatukan kembali, semua terowongan yang dibangun teritori terhubung satu sama lain.


Bayangkan saja Anda memberi dua kelompok pekerja manusia masing-masing setumpuk pasir dan mengumpulkan masing-masing dari dua kelompok untuk membangun setengah istana pasir, tanpa memberikan salah satu dari instruksi kelompok atau menyuplai mereka dengan sebuah rencana. Apakah masing-masing dapat membuat salinan yang tepat dari setengah kastil pasir lainnya?


Ciri-ciri Arsitek Rayap


Para arsitek dari koloni rayap adalah para pekerja putih yang tak bersayap. Meskipun buta, mereka sangat sensitif terhadap cahaya. Mereka segera memeriksa lubang yang ada di sarang tempat cahaya bisa masuk dan mereka sangatlah ahli dalam memberekannya.


Mereka juga menunjukkan keahlian yang sama dalam memperoleh bahan yang dibutuhkan untuk membangun sarang mereka. Pertama mereka membuat sekresi dan mencampur cairan ini dengan butiran pasir, tanah dan potongan kayu, kemudian mereka menggunakan mulut dan kaki mereka untuk membentuk bahan ini menjadi bola-bola kecil. Lalu mereka memperbaiki masing-masing bola ini ke dalam rayap mereka menggunakan butiran pasir, tanah dan pati kayu untuk membangun sarang mereka.


Mereka mencampur pasangan-pasangan ini dengan sekresi mereka sendiri untuk menghasilkan dinding yang kuat. Beberapa spesies rayap menggunakan tanah liat untuk membangun sarang mereka.


Secara bertahap, material ini berubah sekuat semen. Materi di mana rayap membangun sarang mereka begitu kuat dan tahan bahkan manusia sering tidak dapat mematahkannya dengan tangan mereka. Beberapa sarang rayap harus dihancurkan dengan longgis dan sekop, bahkan dinamit.


Rayap Sang Arsitek Buta


Bila kita memperhatikan setiap tahapan dalam konstruksi manusia, atau bahkan tahapan dalam mempelajari bagaimana melakukan konstruksi, bisa dibayangkan betapa besarnya pekerjaan yang dilakukan oleh rayap.


Untuk menjadi seorang arsitek, seseorang harus melalui pelatihan bertahun-tahun. Ketika dia mempraktikkan apa yang telah dia pelajari, dia harus terlebih dahulu menyusun blueprint untuk setiap konstruksi. Dalam membuat rencana ini, dia harus berpikir panjang dan keras dan membuat perhitungan dan sketsa yang rumit untuk menentukan ketahanan struktur yang diusulkan.


Kemudian, pada setiap tahap konstruksi, ia harus mendatangkan arsitek lain, insinyur konstruksi, insinyur mekanik, pekerja terampil, ahli konstruksi, dan lain-lain yang telah menjalani pelatihan khusus.


Akan tetapi rayap adalah serangga kecil tanpa pelatihan arsitektur, dan itu ajaib bahwa mereka bahkan lebih ahli dalam konstruksi daripada manusia. Ketika kita membandingkan keterampilan arsitektural rayap dengan makhluk manusia, ingatlah satu hal penting. Bisakah arsitek buta membangun gedung? Bisakah seorang arsitek buta menyusun rencana untuk membangun 300 kali lebih besar dari dirinya, menyerahkan rencananya kepada seorang mandor buta, dan minta dia melakukan pembangunan menggunakan orang buta? Tentu saja, itu tidak mungkin. Tidak ada yang akan mengklaim bahwa orang buta sejak lahir dapat membangun gedung pencakar langit yang membutuhkan perhitungan matematis yang kompleks dan pengetahuan teknis.


Bahkan pembangunan gedung yang paling sederhana pun membutuhkan pertimbangan detail seperti tekanan, resistensi, struktur fondasi, sistem ventilasi dan pintu keluar darurat. Dan mereka yang menangani rincian ini adalah ahli yang bisa melihat.


Untuk melengkapi perbandingan ini, mari kita bermain dengan kemungkinan ini, Jika tim yang terdiri dari pekerja buta, arsitek dan insinyur telah menyelesaikan konstruksi, kemungkinan apa yang muncul dalam pikiran? Adakah yang bisa mengatakan bahwa bangunan itu muncul secara kebetulan? Atau apakah akan diasumsikan bahwa para pekerja yang buta terlibat, jika tidak berpengalaman, telah menerima pelatihan khusus, dan bahwa seseorang telah mengarahkan pekerjaan mereka?


Pertama-tama, pekerja yang buta tidak dapat membangun struktur seperti itu, tetapi jika mereka melakukannya, seseorang harus melatih mereka, menunjukkan kepada mereka bagaimana mengelola setiap tahap konstruksi dan mengawasi setiap langkah mereka. Tidak masuk akal untuk berpikir bahwa orang buta dapat membangun gedung yang menjulang tinggi tanpa pengawasan yang ketat.


Dengan cara yang sama, tidak dapat dipungkiri bahwa sarang rayap dapat muncul secara kebetulan.


Rayap Yang Dapat Membangun Gedung Pencakar Langit


Rayap membangun gedung pencakar langit hingga 7 meter (22 kaki) tinggi. Bila kita membandingkan ukuran rayap dengan ketinggian sarangnya, tidak ada pelarangan untuk menyebutnya sebagai pencakar langit.


Coba bandingkan bangunan manusia dengan konstruksi rayap, kita mendapatkan beberapa hal yang luar biasa. Untuk mendapatkan gambaran tentang proporsi sarang yang dibuat rayap, kita dapat membandingkannya dengan gedung Empire State di New York City. Pembangunan gedung itu dimulai pada tahun 1930 dan membutuhkan waktu 14 bulan untuk menyelesaikannya, itu adalah gedung tertinggi di dunia sampai World Trade Center dibangun pada tahun 1972.


Dibangun oleh empat perusahaan konstruksi ahli dan naik ke ketinggian 443 meter (1.453 kaki). Ini menempati area seluas 8.000 meter persegi (9.567 meter persegi, atau 86.111 meter persegi) dan 16 rencana yang berbeda disusun sebelum konstruksi dimulai. Pondasi digali hingga kedalaman 10,5 meter (34,4 kaki), dari mana 28.500 muatan truk bumi dihilangkan. Setelah konstruksi berakhir, 10 juta batu bata digunakan, 112.000 meter (367, 454 kaki) pipa air dan 5.181.000 meter (5.181.000 kaki) kabel telepon dipasang. Ini adalah bahan yang masuk ke pembangunan gedung pencakar langit.


Sekarang, mari kita kembali ke sarang rayap. Rayap hanya berukuran 1 hingga 2 cm (0,3 hingga 0,7 inci), tetapi mereka membuat sarang raksasa setinggi 7 meter (22 kaki). Jika dibandingkan dengan bangunan yang dibuat oleh manusia, sarang mereka akan menjadi dua kali tinggi sekarang dari gedung Empire State. Kemegahan karya rayap sudah jelas. Tetapi ketika kita memeriksa rincian konstruksi sarang, kita melihat dengan lebih jelas kesempurnaan strukturnya.


Tahapan dalam Pembangunan Sarang Rayap


Rayap dapat hidup selama bertahun-tahun di bawah tanah dan, ketika koloni mencapai populasi tertentu, sarang meluas ke permukaan. Biasanya, antara 1 dan 2 juta rayap hidup dalam satu sarang, bekerja dan bernapas bersama. Mereka sangat membutuhkan oksigen, jad jika sarang tidak memiliki ventilasi dan tingkat kelembapannya stabil, mereka tidak dapat bertahan hidup.


Oleh karena itu, mereka harus membangun sarang mereka untuk memenuhi kebutuhan ini. Rayap hidup nyaman dalam struktur tanah tanpa jendela atau celah udara untuk dilewati. Jadi, mari kita periksa letak yang luar biasa dari konstruksi sarang rayap.


Biasanya, setelah hujan lebat khususnya, gundukan kecil tanah akan tiba-tiba muncul di daerah di mana tidak ada gundukan rayap sebelumnya. Sarang dimulai sebagai gundukan kecil, tetapi dapat naik ke ketinggian 5 hingga 6 meter (15 hingga 19 kaki) dalam jangka waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tumpukan acak tanah dibawa ke sarang dan digunakan untuk memperluasnya. Tumpukan bumi ini menjadi kolom utama yang akan mendukung sarang.


Ketika tumpukan ini mencapai ketinggian tertentu, konstruksi berhenti. Ketika kolom-kolom bumi ini dibawa cukup berdekatan, mereka terikat bersama di bagian atas oleh sebuah lingkaran.


Koloni rayap dapat hidup dengan nyaman sementara sarang terus dibangun. Ventilasinya sempurna di setiap tahap, dan lorong dan terowongan ditempatkan tepat di tempat yang tepat. Ketika gundukan naik dalam proses konstruksi, arus udara konveksi yang naik melalui saluran berfungsi sebagai pilar konstruksi dan pekerja yang tidak terlihat menenun dinding yang kuat di sekitar arus ini.


Karena itu, sarang lebih dari sekadar tumpukan tanah, itu datanglah struktur yang rumit melalui penerapan teknologi selangkah demi selangkah yang cermat. Akhirnya, contoh bagus arsitektur bebas muncul dengan sistem ventilasi, kelembapan yang terkendali, dan serangkaian terowongan dan lorong yang terhubung. Konstruksi sempurna di setiap tahap, tanpa kesalahan sedikitpun.


Sementara konstruksi berlanjut, anggota koloni yang lain hidup dengan nyaman. Di setiap tahap, saluran ventilasi, terowongan, dan lorong ditempatkan secara akurat di tempatnya. Pada tahap tidak ada kesalahan yang dilakukan yang akan membuat koloni terancam. Gundukan-gundukan ini dibangun untuk menjadi keras dan kuat, ketika mereka bergabung dan kubah selesai.

Semut Yang Bisa Menembus Sistem Keamanan Rayap

Semut Yang Bisa Menembus Sistem Keamanan Rayap


Meskipun tindakan pencegahan keamanan pada sarang rayap dikenal sangat efektif, namun ternyata hal ini tidak mencegah setiap penyusup memasuki sarang. Terlepas dari semua tindakan pengamanannya, ada spesies semut lain yang bisa masuk ke koloni. Bagaimana mereka bisa melakukan hal yang luar biasa ini ? Ternyata semut dapat memancarkan aroma bukan dari semut tetapi dari rayap! Dengan demikian, ia mampu menembus sistem keamanan rayap dan berkeliaran dengan bebas di seluruh sarang.


Dan karena mereka buta, rayap mendeteksi para penyusup melalui aroma semut ini dan mereka bisa tersamarkan sehingga dikira mereka adalah "anggota keluarga".


Kemampuan semut yang sangat efektif untuk membasmi rayap adalah contoh ciptaan yang sempurna dan mengesankan. "Kisah sukses semut" ini menimbulkan pertanyaan yang sangat menarik tentang bagaimana semut menemukan dan menggunakan aroma khusus rayap ini.


Dapatkah satu makhluk mungkin menduplikasi zat kimia di tubuh orang lain? Bagaimana semut ini tahu tentang sistem keamanan rayap? Dan bagaimana mereka tahu bahwa mereka dapat berkeliaran dengan bebas di antara rayap, setelah mereka mengeluarkan aroma ini? Tetapi di atas semua, bagaimana mereka mendapatkan kemampuan untuk menghasilkan di tubuh mereka sendiri zat kimia yang ditemukan di dalam tubuh rayap?


Berikutnya cara lain komunikasi Rayap juga berkomunikasi menggunakan suara. Dengan membenturkan kepala dengan dinding terowongan, maka rayap pekerja, dan rayap lainnya dapat menghasilkan getah di seluruh sarang mereka yang memanggil rayap lainnya. Rayap lainnya merasakan gema ini dengan peraba yang sangat sensitif di kaki mereka. Rayap tahu bahwa mereka akan menghasilkan gema di seluruh sarang dengan menyerang dinding terowongan dengan kepala mereka dan pesan ini akan dipahami oleh rayap lainnya.


Metode komunikasi ini menyerupai kode Morse. Tentu saja, seseorang harus dilatih dalam kode Morse, tidak ada yang bisa mempelajari kode secara spontan secara kebetulan dan membuat suara acak yang orang lain bisa mengerti. Baik pengirim dan penerima harus tahu kode, atau tidak peduli seberapa penting pesan itu, tidak dapat dipahami.


Sama seperti kode Morse tidak dapat dipelajari secara spontan, maka rayap tidak dapat menemukan kode komunikasi mereka secara kebetulan. Rayap harus mengetahui sistem komunikasi ini mulai mereka menetas dari telurnya. Jadi, menganggap bahwa rayap memperoleh kemampuan ini oleh mereka sendiri dan secara kebetulan tidak ilmiah dan tidak logis. Reseptor tidak terbentuk pada tubuh makhluk secara kebetulan. Peluang tidak dapat membantu sinyal yang dipancarkan oleh satu makhluk dipahami oleh yang lain.

Komunikasi diantara Koloni Rayap

Kehidupan sosial di sebuah koloni rayap adalah tanpa cela. Rayap bertindak secara bersamaan sebagai satu tubuh dan bekerja sama dalam menjalankan semua fungsi masyarakat. Dan, jika kita mempertimbangkan bahwa kadang-kadang rayap hidup dengan setidaknya satu juta orang lain, kita dapat dengan mudah memahami pentingnya suatu sistem komunikasi yang memungkinkan rayap untuk menyediakan area kerja, berkumpul bersama dan bergabung dengan perusahaan melawan penyusup dan mengelola semua kebutuhan koloni lainnya dalam harmoni yang sempurna.


Sistem komunikasi ini didasarkan pada pertukaran sinyal kimia melalui bau atau rasa. Sekarang, mari kita bandingkan fungsi komunitas rayap dengan jutaan anggota dengan komunitas manusia dengan ukuran yang sama. Pikirkan lebih dari 1.000.000 manusia hidup dan bekerja bersama di satu tempat. Bayangkan bahwa mereka memenuhi pembersihan, ventilasi, suhu, dan persyaratan nutrisi mereka sendiri. Melakukan fungsi-fungsi seperti itu dengan sejumlah besar individu tentu akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga kerja. Organ yang terencana dengan baik akan diperlukan untuk menghindari kebingungan dan gangguan dalam sistem. Harus ada sistem komunikasi dan sistem distribusi yang sangat baik.


Sangat sulit bagi satu juta manusia untuk bekerja bersama sebagai satu. Memang, masalah muncul ketika hanya 30 atau 40 orang yang mencoba untuk hidup bersama dalam kelompok. Untuk menetapkan ketertiban dalam organisasi semacam itu akan membutuhkan waktu paling sedikit. Manusia adalah satu-satunya makhluk di dunia dengan kecerdasan yang kuat. Mereka memiliki kekuatan penghakiman dan keterampilan teknologi, dan mereka dapat merencanakan masa depan.


Rayap adalah serangga berukuran 1 hingga 2 cm (0,3 hingga 0,7 inci). Perbandingan ini untuk menunjukkan betapa pentingnya bagi rayap untuk hidup bersama dengan sukses di koloni. Seperti yang akan Anda lihat di halaman selanjutnya, rayap tidak memiliki kecerdasan yang memungkinkan mereka membangun gedung pencakar langit dan memasang sistem pemanas / pendingin.


Sekitar 1 juta rayap, dan kadang-kadang lebih, berhasil melakukan ini tanpa masalah, ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kehidupan komunal yang baik atau terorganisir dan sistem komunikasi yang sangat baik.


Kita mungkin ingin tahu tentang sistem komunikasi yang memungkinkan satu juta individu bekerja bersama sebagai satu. Rayap buta; bagaimana mereka saling mengerti satu sama lain? Bagaimana mereka bisa membuat area kerja? Bagaimana mereka bisa membangun menara megah tanpa kebingungan? Menjadi buta, bagaimana mereka bisa mengenali musuh? Bagaimana mereka bisa bertarung bersama melawan satu? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini memberikan kunci kebenaran yang sangat penting.


Rayap tidak mengalami kesulitan dalam bertukar informasi. Semua kegiatan penting seperti membangun, menemukan makanan, mengenali orang lain yang termasuk ke sarang yang sama, mengikuti jejak, perkembangan fisik, membunyikan alarm terhadap penyusup dan mempertahankan sarang ditentukan seperti serangga lain melalui sinyal kimia.


Seperti serangga lainnya, rayap menggunakan sekresi kimia yang disebut feromon untuk berkomunikasi. Setiap koloni memiliki baunya sendiri. Misalnya, ketika koloni diserang, ratu diinformasikan ketika para pekerja mengolesi sekresi makanan yang mereka bawa. Dia pada gilirannya mengeluarkan sekresi berupa alarm yang memerintahkan tentara untuk pergi ke situs gangguan.


Selain itu, ketika para pekerja menemukan sumber makanan baru, mereka meninggalkan aroma kimia khusus yang dapat diikuti oleh anggota lain dari sarang, menuntun mereka untuk menemukan sumber makanan baru.


Seperti dikatakan sebelumnya, jumlah individu dalam setiap kasta dan proporsi pekerja untuk prajurit juga ditentukan oleh sekresi kimia. Ratu menentukan apakah larva berkembang akan menjadi tentara, pekerja, atau calon raja atau ratu, sesuai dengan kebutuhan koloni, dan dengan sekresi, ia memberi tahu para pekerja tentang kelas apa yang dimiliki larva.


Selain berkomunikasi dengan sekresi kimia, rayap juga memiliki antena yang sangat sensitif. Serangkaian sel di antena mereka dapat merasakan aroma, memungkinkan rayap untuk mengenali satu sama lain dan untuk peroleh bau serangga lain bukan dari spesies mereka.


Barcode Khusus Rayap


Serangga memiliki penutup pelindung yang disebut lapisan protein khitin. Lapisan ini mengandung kelenjar yang memancarkan molekul hidrokarbon dengan aroma khusus yang dapat dilihat oleh rayap. Ini adalah bagaimana mereka dapat mengembangkan serangga asing yang mencoba memasuki sarang.


Bagaimana cara kerja kemampuan deteksi-bau mereka? Untuk menjawab ini, kita dapat membandingkan rayap dengan pemindai yang dapat membaca barcode (harga khusus dan kode tujuan pada barang dagangan).


Seperti halnya komputer dalam sistem keamanan perusahaan dapat mengenali kode yang tertulis pada kartu keamanan, maka rayap dapat membedakan antara aroma semut dan rayap lain.


Antena rayap sangat sensitif sehingga mereka dapat mendeteksi dengan aroma apakah rayap lain adalah anggota koloni mereka. Selain itu, semua spesies rayap dan bahkan setiap sarang dalam spesies rayap yang sama memiliki bau tersendiri.


Kenyataan bahwa rayap dapat membedakan aroma ini membuat mereka ahli dalam seni "bau." Antena mereka berfungsi sebagai cara paling efektif untuk memantau keamanan sarang.


Para ilmuwan telah menyelidiki bagaimana rayap buta dapat mengetahui kapan serangga lain mencoba memasuki sarang mereka dan bagaimana mereka dapat mengenali bahwa rayap lain bukan anggota koloni mereka.


Analisis kimia (spektrometri dan kromatografi gas) dari aroma yang mengeluarkan rayap pasti telah menunjukkan bahwa spesies rayap yang berbeda (misalnya Reticulitermes santonensis dan Reticulitermes lucifugus grassei) memancarkan aroma yang berbeda.


Selain itu, ketika peneliti memindahkan cangkang dari rayap dari satu sarang ke rayap dari sarang lain, mereka menemukan bahwa setiap rayap asing yang membawa aroma sarang pertama mencoba masuk ke sarang kedua, maka dia akan diusir.


Keahlian dalam mencium bukanlah kemampuan yang dapat diperoleh rayap nantinya dalam perkembangannya. Setiap rayap pasti terlahir dengan sistem ini, karena rayap buta tidak dapat bertahan tanpa antena.


Kemampuan mereka untuk mempertahankan diri pada koloni semua tergantung pada kemampuan antena mereka untuk mengenali sinyal yang dikirim oleh ratu. Ini juga menunjukkan bahwa antena rayap dibuat bersamaan dengan kelenjar sekresi mereka, bersama dengan semua komponen lain yang membentuk sistem mereka.

Kebiasaan Saling Suap Makanan Pada Rayap

Hal lain yang menarik tentang koloni rayap adalah bahwa pekerja memberi makan ratu, raja, tentara dan larva. Para pekerja melakukan tugas ini, memberikan setiap anggota koloni tanpa gagal dengan makanan yang mereka butuhkan. Khususnya ratu dan serdadu rayap akan pergi tanpa makanan jika para pekerja melakukan pekerjaan memberi makan ratu.


Pekerja memberi makanan ratu yang sudah mereka cerna. Rayap pekerja melakukan fungsi ini secara berkelanjutan dan tanpa henti.


Ketika sang ratu mulai bertelur, ratu menjadi begitu berat sehingga dia tidak bisa bergerak dan perlu diberi makan oleh orang lain. Rayap prajurit memiliki struktur tubuh yang sesuai untuk mempertahankan sarang, mulut mereka lebih cocok untuk memukul mundur penyusup daripada makan, mereka juga harus diberi makan oleh para pekerja. Juga, larva diberi makan oleh para pekerja dengan makanan yang telah mereka cerna sendiri.


Hal ini sangat penting karena, dengan cara ini, para pekerja "menyemai" tubuh rayap yang masih baru ini dengan suplai berupa mikroorganisme yang mereka perlukan untuk mencerna selulosa. Dan beberapa saat kemudian, ketika mereka tumbuh semakin besar, rayap baru menjadi mampu mencerna makanan mereka sendiri, berkat protozoa yang dimasukkan para pekerja ke dalam sistem pencernaan mereka.


Seperti yang Anda lihat, para pekerja bertanggung jawab atas perawatan sebagian besar rayap lainnya. Dalam memelihara koloni mereka, mereka menunjukkan tingkat pengorbanan diri yang tinggi. Jika dunia alam hanyalah arena konflik di mana hanya yang kuat yang bertahan hidup, para pekerja akan membiarkan yang lain kelaparan dan bahkan mungkin membunuh mereka.


Tetapi rayap bertindak berlawanan, merrka memberi makan seluruh koloni tanpa lelah, tanpa henti dan tanpa harapan imbalan. Rayap pekerja memberi makan dan merawat larva. Mereka menunjukkan pengorbanan diri dalam memberi makan seluruh koloni.


Pekerja juga harus memberi makan rayap prajurit yang mempertahankan koloni, karena rahang para prajurit tidak dirancang untuk makan. Tampaknya luar biasa bahwa rayap raya diberi makan oleh para pekerja, karena para prajurit akan tampak sebagai anggota terkuat dari koloni. Lalu mengapa individu yang lebih kuat ini bergantung pada pekerja demi kelangsungan hidup mereka selama jutaan tahun.


Dalam satu momen penciptaan, Tuhan membuat rayap dengan karunia khusus mereka dan struktur mulut yang mencegah mereka dari memberi makan diri mereka sendiri. Pada saat yang sama, Dia membuat pekerja teramat dengan ketekunan tanpa pamrih, dan ratu dengan kemampuan reproduksinya yang mencengangkan. Perhatian dari rayap pekerja terhadap tugas yang diilhami di dalamnya dan kepedulian mereka untuk memberi makan seluruh koloninya.

Sistem Nutrisi Rayap

Kebutuhan nutrisi rayap berbeda dari makhluk lain, karena makanan pokok mereka adalah selulosa sumber karbohidrat kaya energi yang ditemukan di tanaman hijau. Tetapi karena selulosa berbentuk tebal dan sangat sulit terurai, sebagian besar serangga tidak dapat mencernanya.


Enzim pencernaan yang disekresikan oleh sebagian besar hewan tidak dapat memecah karbohidrat tebal ini. Rayap adalah salah satu makhluk langka yang memiliki kemampuan untuk mencerna selulosa, tentu kita sebagai manusia tidak memiliki kemampuan untuk mencernanya.


Tetapi sesuatu yang lain membuat sistem nutrisi ini semakin luar biasa. Rayap sendiri tidak memiliki kemampuan untuk memecah selulosa dalam kayu, mereka dapat melakukannya hanya karena mikroorganisme yang hidup di usus mereka. Organisme ini, masing-masing berukuran satu mikron, melakukan fungsi kimia kompleksnya dengan cara ini:


Simbiosis Keseimbangan


Di antara banyak contoh simbiosis di alam adalah bahwa terites dan protozoa uniseluler hidup di usus mereka. Flagelata yang hidup dan bergerak dengan flagela di usus rayap memiliki enzim khusus yang dapat memecah selulosa dari kayu yang tertelan dan membuatnya berguna untuk diri mereka sendiri dan tuan rumah mereka. Proses ini terjadi di bagian khusus rayap di saluran testis yang telah melebar untuk membentuk ruang fermentasi.


Flagellat berkembang biak dengan pesat, memasok tuan rumah mereka dengan tidak hanya karbohidrat yang dapat dimakan tetapi juga dengan protein yang diperlukan karena populasi surplus organisme kecil ini sendiri dicerna di usus raya.


Protozoa bersel tunggal ini tidak dapat bertahan hidup dengan sendirinya dan sehingga mereka menjadi terikat pada rayap dan serangga lainnya. Di sisi lain, jika makhluk bersel satu ini tidak ada, rayap tidak dapat mencerna selulosa di dalam kayu dan menyediakan energi untuk diri mereka sendiri. Untuk alasan ini, kedua makhluk itu harus bersama pada saat yang bersamaan.


Jika rayap lahir tanpa adanya makhluk bersel satu ini, mereka akan mati karena tidak dapat mencerna makanan mereka.


Namun seperti biasa, para evolusionis menegaskan bahwa makhluk-makhluk ini muncul dalam berbagai cara melalui beberapa proses evolusi imajiner dan kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam hubungan simbiotik satu sama lain. Namun kemudian, evolusionis terikat untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana rayap dan protozoa dapat bertahan hidup sebelum mereka bertemu satu sama lain. Apa yang bertentangan dengan klaim evolusionis dalam simbiosis ini adalah bahwa kedua makhluk ini pasti muncul pada saat yang bersamaan. Klaim evolusionis beranggapan bahwa makhluk hidup berada dalam keadaan perkembangan konstan, memilih cara perilaku apa pun yang paling menguntungkan dan menguntungkan bagi mereka. Inilah yang terjadi, rela simbiotik di antara rayap dan protozoa mereka menyajikan masalah bagi evolusionis.


Mengapa makhluk bersel satu ini menempelkan diri pada rayap, memecah selulosa dan memberikannya kepada inangnya untuk memastikan kelangsungan hidupnya? Kedua makhluk berbeda yang hidup bersama dan melengkapi sistem fisik masing-masing adalah bukti nyata bahwa mereka tidak dapat terjadi, apalagi bersama secara kebetulan. Di mana-mana kita dihadapkan oleh fakta nyata bahwa dunia berfungsi sesuai dengan sistem tanpa cela.


Tuhan yang telah menciptakan seluruh alam semesta dalam segala kesempurnaannya. Dia memiliki kekuatan yang tak terbatas untuk mengetahui kebutuhan setiap makhluk di Bumi dan memberi mereka dengan sistem yang mereka butuhkan. Dia telah mengilhami rayap untuk mengetahui apa yang harus mereka makan, Dia menciptakan protozoa untuk kepentingan rayap, dan menempatkan makhluk-makhluk ini di dalam tubuh kecil mereka untuk memastikan kelangsungan hidup mereka. Dalam Al-Qur'an, Tuhan mengatakan kepada kita bahwa Ia memberi makan semua makhluk hidup, Tidak ada makhluk di Bumi yang tidak bergantung pada Tuhan untuk persediaannya. Dia tahu di mana tempat tinggalnya dan di mana ia mati.

Pasukan Bunuh Diri Rayap

Para serdadu dari banyak spesies rayap rela mempertaruhkan hidup mereka untuk mencegah bahaya datang ke koloni mereka. Salah satunya adalah spesies yang sangat menarik yang hidup di hutan hujan Malaysia. Rayap ini adalah bom yang bergerak secara anatomi dan perilaku. Di dalam tubuh mereka, mereka memiliki kantung yang mengandung bahan kimia yang membuat musuh-musuh mereka tidak berdaya.


Jika salah satu dari rayap ini disita oleh semut penyerang atau makhluk lain, otot-otot dalam kontrak toraksnya kuat, merobek kelenjar sekresi dan menenggelamkan agresor dalam cairan kuning gelap.18 Contoh lain dari taktik pertempuran yang menarik adalah beberapa pekerja yang tinggal di Amerika Selatan.


Ketika rayap ini menyemprotkan penyusup dengan zat di usus mereka, organ internal mereka terkoyak dan mereka mati. Jika alam adalah arena perjuangan hidup dan mati, sebagaimana dinyatakan evolusionis, di mana setiap makhluk berjuang untuk bertahan hidup, mengapa akankah pengorbanan itu sendiri?