Pages

Sabtu, 14 Juli 2018

Tanya Jawab Seputar Rayap 2

Semua Jawaban oleh
(Drs. Muhammad Amir Msc - Museum Zoologi, Bogor)
Pertanyaan :

1. Benarkah rayap hanya memakan kayu? Bagaimana dengan bahan PVC ?

Jawaban :

Rayap yang makan PVC beluk diketahui dengan pasti, Namun di Australia pernah dilaporkan adanya seng yang dimakan oleh rayap.


Pertanyaan :

2. Apakah mungkin terjadi penularan rayap dari daerah lain dengan cara terbawa sesuatu kedalam bangunan, mengingat rayap hanya mungkin hidup dalam suatu koloni rayap.

Jawaban :

Koloni rayap dapat timbul di daerah ain atau di daerah yang baru karena adanya laron yang terbang ke daerah lain. Bila laron berhasil menemukan lawan jenisnya, maka akan terjadilah koloni baru.


Pertanyaan :

3. Bagaimana cara rayap bernafas didalam tanah.

Jawaban :

Rayap bernafas dengan jalan mengambil O2 dari tanah karena O2 juga terdapat dalam tanah. Disamping itu rayap juga membuat saluran-saluran dalam tanah agar O2 dapat masuk.

Pertanyaan :

4. Apakah rayap dapat memakan sel-sel kayu yang masih hidup, tidak hanya memakan sel-sel kayu yang mati saja.

Jawaban:

Ada jenis rayap yang memang memakan sel-sel kayu hidup dan ada juga rayap yang memakan hanya sel-sel kayu yg sudah mati. Namun kebanyakan yang dimakan oleh rayap adalah sel-sel kayu yang sudah mati.

Contoh :

Nectotermes dan Odondotermes memakan kayu hidup dan kayu mati. Rayap ini menyerang pangkal batang dalam tanah pada tanaman kayu putih sehingga tanaman roboh seperti halnya yang terjadi di pulau Jawa dan Madura.

Informasi tambahan:

Menurut Prof Dr Ir Surjono Surjokusumo (Fakultas Kehutanan, IPB Bogor)

Di seluruh negara bagian Amerika sudah terdeteksi adanya rayap. Barangkali hal ini karena manusia membawa barang-barang yang sudah mengandung rayap didalamnya. Hal ini karena perubahan lingkungan yang dilakukan manusia akan menimbulkan ekologi baru yang dapat menguntungkan bagi kehidupan rayap.

Berikutnya jawaban tambahan dari Ir Dodi Nandika MS (Fakultas Kehutanan IPB, Bogor)

Di IPB kami sedang mencoba soil treatment dengan menggunakan kapur dan keadaan Tanah berpasir. Ada kecenderungan makin tinggi kapur, maka populasi rayap akan menurun. Mungkin kapur menyebabkan suhu semakin tinggi, sehingga rayap akan mati atau kapur merupakan racun. Sampai tulisan ini dibuat percobaan masih berlangsung dan belum selesai.


Pertanyaan:

5. Kita ketahui bahwa pengawetan pada kayu akan meningkatkan daya tahan terhadap serangan serangga. Dalam pengawetan kayu lapis ada kecenderungan dilakukan dengan cara perendaman.

Pertanyaan saya adalah, bagaimana pengaruh tindakan tersebut terhadap penurunan daya rekatnya, karena kalau diawetkan, mungkin awet tapi lebih cepat mengelupas?

Jawaban oleh Ir Abdurrahim Martawijaya, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor) :

Kita ada kegiatan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui efek pestisida pada daya rekat. Adapun sebagian caranya adalah dengan menggunakan berbagai macam pestisida serta dengan berbagai macam teknik telah digunakan. Diantaranya yaitu apakah lebih difokuskan efek terkena pas hanya pada perkataan yang digunakan, atau terhadap venirnya.

Karena ada 3 macam kemungkinan mengenai pengawetan kayu lapis ini:

1. Perkataan diberi pestisida
2. Venirnya sebelum direkatkan di beri pestisida
3. Triplek itu sendiri yang diberi pestisida


Pertanyaan:

6. Adakah Cara pengendalian hama rayap yang baik, paling ekonomis serta dapat dipertanggungjawabkan karena tidak mengganggu kesehatan.

Jawaban:

Kalau kita hanya menggunakan soil treatment saja, berarti hanya membatasi barrier di bawah rumah supaya tidak diserang oleh rayap, terutama rayap tanah. Tetapi jenis organisme lain seperti bubuk kayu, rayap kayu kering atau jamur tidak dapat dilakukan pengendalian hanya dengan soil treatment. Dalam hal ini, soil treatment sudah sangat banyak membantu dalam mencegah serangan rayap tanah, yang mana rayap tanah merupakan penyerang utama pada bangunan rumah.



Tanya Jawab Seputar Rayap 1

Pertanyaan :

1. Di daerah tropis, kira-kira sampai kedalaman tanah berapa meter rayap bisa hidup?

Jawaban:
Penelitian rayap dilakukan di Indonesia belum banyak. Rayap tanah di daerah tropis banyak dijumpai pada lapisan sub soil, tetapi tidak harus mutlak pada lapisan sub soil karena hal tersebut tergantung pada keadaan Tanah.

Sebagai contoh :

Rayap di pulau Madura yang hidup pada kayu putih pada musim hujan berada pada kedalaman 1-1 1/2 meter, pada musim kemarau masuk kedalam lapisan tanah yang lebih dalam bahkan mencapai 5 meter dari permukaan tanah.

(Drs. Muhammad Amir Msc - Museum Zoologi, Bogor)


Pertanyaan :
2. Adakah metode untuk mendeteksi atau sebagai perangkat terhadap rayap, misalnya dengan zat tertentu

Jawaban:
Populasi dan distribusi rayap didalam tanah dapat ditentukan dengan sampling, dengan menggunakan patok-patok kayu dari jenis kayu yang mengandung resin. Patok-patok kayu tersebut ditancapkan ketabahan secara sistematis dan setiap saat dicabut kemudian dihitung populasi rayapnya. Dari hasil penghinaan ini dapat diketahui distribusinya.

(Drs. Muhammad Amir Msc - Museum Zoologi, Bogor)

Pertanyaan :

3. Apakah ada data distribusi dari jenis-jenis rayap di Indonesia sebagai serangga yang menguntungkan untuk bidang Agricultural dan jenis yang merusak bangunan atau merugikan?

Jawaban :

Rayap dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan manusia. Jika yang dimakan limbah maka akan mempercepat daur hidup, maka dalam hal ini rayap menguntungkan bagi manusia. Jika yang diserang kayu-kayu kita yang ada pada bangunan, maka rayap kita anggap merugikan.


Pertanyaan :

5. Apakah rayap didaerah tropis hidup pada suhu yang labil ataukah pada suhu tertentu saja. Berapa suhu yang paling cocok untuk rayap?

Jawaban :

Uap air diperlukan dalam sarang yang tertutup untuk mempertahankan kelembapan udara. Umumnya rayap hidup di hutan-hutan yang lembab untuk mencegah kekeringan.

Rayap hidup diluar sarang hanya sementara. Rayap tidak menyukai suhu rendah, rayap tidak dapat hidup pada suhu kurang dari 30-33 derajat celcius. Apabila suhu didalam sarang meningkat, maka dapat diatasi dengan adanya lubang-lubang pada sarang tersebut.


Pertanyaan :

6. Bagaimana membedakan atau mengidentifikasi rayap kayu basah dan rayap tanah, karena kedua rayap ini mempunyai habitat yang sama. Sedangkan pest control hanya memberikan jaminan untuk rayap tanah sedangkan kerusakan juga dapat disebabkan oleh rayap kayu basah.

Jawaban:

Rayap tanah umumnya menyukai tanah basah. Ada jenis rayap kayu lembab, berbeda dengan rayap tanah yang menyukai kayu-kayu yang lembab, karena memerlukan kadar air tertentu. Koloni rayap ini dalam batang kayu, tidak ada hubungannya dengan tanah.

Rayap ini banyak dijumpai pada hutan-hutan jati, tanaman Nangka dan didaerah rawa-rawa (kayu bakau). Rayap kayu ini juga merusak kayu dalam areal yang luas.


Pertanyaan :

7. Apakah ada insektisida yang disetujui pemerintah untuk control reproduction dengan jalan tropalaksis.

Jawaban :

Tropalaksis adalah kebiasaan rayap memuntahkan isinya perutnya ke rayap lain untuk pertukaran protozoa yang sudah di dalam perut. Pada saat ganti kulit, protozoa ikut terlepas. Oleh karena itu memerlukan inokulasi protozoa baru.


Pertanyaan :

8. Adakah petunjuk untuk mengetahui feed ingin strategi dari rayap ini.

Jawaban :

Perilaku tropalaksis ini dapat dimanipulasi dengan insektisida quick knock down atau chemosterilan. Insektisida tersebut misalnya Mirex. Insektisida ini akan dipindahkan atau ditularkan dari satu rayap ke rayap lainnya.

Chemosterilan akan mengakibatkan telur tidak menetas dan memadukan rayap. Mungkin cara ini adalah cara yang baik untuk pengendalian. Adanya jamur yang menghasilkan bahan kimia pretan, jika diberikan pada kayu dengan konsentrasi 0,5 ppm dapat menarik rayap. Barangkali jika senyawa ini dicampur dengan insektisida dapat digunakan untuk memanipulasi rayap.


Pertanyaan :

9. Bagaimana dwelling rayap yang ideal (environmental dan temperature).

Jawaban:

Cara lainnya dengan menggunakan sulphur dan kapur adalah suatu cara untuk merubah lingkungan sehingga tidak disukai oleh rayap.