Tempat Beli Obat Anti Rayap Paling Ampuh di Kotamu

Bila saat ini Anda sedang membutuhkan untuk membeli obat anti rayap terdekat, namun masih bingung mencari dimana toko yang menjualnya. Berikut ini kami informasikan kepada Anda tempat membeli obat anti rayap bubuk Dust di beberapa kota.


JAKARTA


ARSALASHOP Kembangan, Jakbar
Jl. Meruya Utara, Kembangan Jakarta Barat
HP/WA: 081281907515


DEPOK


TOKO KABEHONO Cipayung Depok
0813.3232.6040
0857.2533.3259


BEKASI


BAPAK RAWI
Jl wibawa mukti Jatisari, jatiasih, Bekasi


HP/WA: 0811.1663.613


SURABAYA


Bp Unggul


Kutisari Selatan I, Surabaya.


08953.6525.1572
0813.3108.8646


SIDOARJO


PESTFOOD.COM


Puri Indah, suko, Sidoarjo


HP/WA: 0813.9858.8880


MEDAN


IBU ELSA
Jl. Kol.Mas Kadiran, Medan Polonia, Medan- Sumatera Utara
HP/WA: 0822.7600.4000


KENAPA KITA MENJUAL OBAT ANTI RAYAP?


Kayu merupakan salah satu bahan yang sangat penting untuk dipakai sebagai bahan bangunan maupun untuk berbagai macam keperluan lain. Berdasarkan material herbarium dan contoh kayu autentik yang sudah terkumpul sampai sekarang, di seluruh Indonesia diperkirakan terdapat 4000 jenis kayu.


Dari jumlah tersebut 400 jenis diantaranya diperkirakan mempunyai potensi penting, 259 jenis diantaranya pada waktu ini sudah dikenal dalam perdagangan. Meskipun kayu sudah dipakai sebagai bahan bangunansejak berabad-abad yang lalu, namun telah diketahui pula bahwa disamping sifat-sifatnya yang baik juga mempunyai sifat-sifat yang kurang menguntungkan yaitu tidak memiliki daya tahan yang baik terhadap organisme perusak kayu (Abdurahim Martawijaya dan Ginuk Soemarni).


Organisme perusak kayu bangunan di Indonesia antara lain jamur pelapuk kayu, rayap kayu kering, rayap tanah dan bubuk kayu kering. Rayap atau anai-anai adalah serangga sosial polimorf yang hidup berkoloni. Dalam koloni rayap umumnya terdapat beberapa kasta yang berbeda morfologi dan fungsinya. Ratu rayap adalah kasta yang menentukan perkembangan populasinya. Umumnya ratu rayap bersembunyi di dalam tanah. Jika ratu rayap dapat dikendalikan, diharapkan populasinya juga dapat dikendalikan.


Untuk menghidupi koloninya, rayap harus mengumpulkan makanan dalam jumlah banyak, yang diperolehnya tidak hanya di sekitar sarang tetapi bahkan dari tempat-tempat yang jauh dari sarangnya. Untuk mengambil makanan yang jauh dari sarangnya, rayap membuat jalur-jalur terowongan di dalam tanah, kayu, tembok dan sebagainya. Makanan rayap umumnya adalah kayu dan bahan-bahan yang mengandung selulosa. Padat populasi rayap tanah di dalam tanah dapat diukur dengan cara menghitung jumlah dan sebaran gunduk di suatu areal tanah atau dengan cara pengambilan contoh lainnya.


Dengan diketahuinya sebaran dan kepadatan populasi rayap, pengendalian dapat dilakukan dengan tepat (Mohammad Amir).


Walaupun di Indonesia saat ini belum ada data yang terperinci mengenai sebaran rayap, tetapi telah banyak dilaporkan adanya beberapa kasus serangan rayap pada bangunan-bangunan yang tidak diberikan perlakuan dengan racun anti rayap atau termitisida.


Upaya pengendalian rayap umumnya menggunakan teknik soil treatment bertujuan untuk menciptakan barrier kimia secara sempurna antara tanah dan bangunan. Dengan soil treatment, diharapkan dapat mencegah masuknya rayap pada bangunan (Hari Susanto dan Guntur Hutapea)


Menurut Surjono Surjokusumo, agar sasaran soil treatment dapat terpenuhi dan pelaksanaannya seragam, diperlukan adanya standardisasi pelaksanaan soil treatment, antara lain


- Termitisida yang digunakan harus dapat diemulsi dengan air seperti pada saat diterima dari distributor atau pabrik.


- Termitisida harus diserahkan di tempat pekerjaan dalam keadaan masih utuh, tertutup baik dan berlabel


- Penyemprotan dilakukan pada sisi lubang pondasi, tanah galian pondasi yang dikembalikan dan ke seluruh permukaan tanah sebelum lantai atau ubin dipasang.


- Selama pelaksanaan, kontraktor harus mengamati dan melakukan tindakan pengamanan sesuai dengan petunjuk. Pekerja diwajibkan menggunakan masker, sarung tangan dan pakaian pelindung selama pelaksanaan.


- Kontraktor harus menyerahkan sertifikat tertulis tentang termitisida yang digunakan, konsentrasi yang digunakan, merk dagang dan pabriknya.


- Garansi yang diberikan tidak kurang dari 5 tahun. Setiap bukti adanya penyerangan rayap yang terjadi selama jangka waktu jaminan, kontraktor harus melakukan soil treatment ulangan tanpa pembayaran dari pemberi kerja.


- Harus digunakan kompressor yang cukup kuat sehingga laju penyemprotan dapat disesuaikan dengan aplikasi yang diinginkan.


- Dilarang melakukan soil treatment pada tanah yang sangat basah, segera setelah hujan lebat, di daerah yangsumber airnya mudah terkontaminasi, dan untuk lapisan tanah yang mengandung kerikil atau dapat retak sewaktu musim kemarau panjang dimana aplikasi dilakukan dekat dengan sumur.


Garansi perlu diberikan untuk menjamin bahwla aplikasi soil treatment telah dilaksanakan berdasarkan standard dan untuk menjamin efektivitas kerja dari sistim tersebut.


Menurut Nana Supriana (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogorl; spesies rayap tanah Coptotermes formosanus tidak ada di Indonesia.


Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan pest control dalam melakukan soil treatment di Jakarta adalah lamanya garansi yang harus diberikan pada suatu pekejaan bangunan yang penyelesaiannya secara bertahap.


Aplikasi dan garansi untuk soil treatment pada rumah-rumah couple, dimana yang satu minta diberi soil post treatment dan yang lain tidak.


Menurut Mashuri (Litbang Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia), kesulitan yang dihadapi Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia dalam menyusun standard harga pre soil treatment dan post soil treatment.


Namun perlu Anda ketahui, bahwasanya untuk melakukan pembasmian hama rayap, sebuah perusahaan jasa anti rayap akan mematok biaya yang tidak sedikit. Karena memang komponen dan termisida yang dikeluarkan juga berbiaya mahal.


Namun, bagi anda yang ingin berteman, Kami juga memiliki solusi yang cocok dan tentu saja terbukti ampuh dalam Membasmi hama rayap.


Kami menjual obat rayap merk DUST yang telah banyak digunakan di seluruh indonesia.


Silahkan langsung lihat sendiri bukti penjualan dani testimoni nyata Dari para pelanggan kami di tokopedia yang sudah terjual 5300 botol


Mengenal Serangga Lebih Dekat

Mengenal Serangga Lebih Dekat Serangga

KECOA

1. Kecoa Amerika (Periplaneta americana)
2. Kecoa Jerman (Blatella germani)

Fakta Mengenai Kecoa:

- Kecoa telah ada 350 juta tahun yang lalu.- Hidup berkelompok
- Aktif di malam hari (nocturnal).
- 75% istirahat & 25% mencari makan (thigmatropic).
- Dapat bertahan hidup selama 2- 3 bulan tanpa makanan & 1 bulan tanpa minuman.
- Sepasang kecoa dalam 1 tahun dapat menghasilkan 35.000 telur.
- Kecoa terbesar di Indonesia, berukuran 28-44 milimeter.
- Warna coklat kemerah-merahan & mengkilap.
- Terdapat pola angka delapan kekuningan di kepala.
- Di tempat yang lembab dengan temperatur hangat (30-33°C) seperti di dapur, pipa saluran air & WC.
- Jangka hidup 1 2 tahun.
- Satu ootheca (kantung telur) berisi 14-28 telur.
- Ukuran 10-15 mm, warna coklat muda agak kekuningan
- Memiliki 2 garis kehitaman di kepalanya
- Habitat di tempat hangat & lembab (30) seperti dapur, restaurant & alat-alat elektronik (oven, radio)
- Populasi terbesar & tersebar di hampir semua lokasi.
- Terbawa masuk ke bangunan melalui barang spt dus, kotak dll.
- Satu ootheca berisi 36-40 butir telur yang melekat pada tubuh

SEMUT

1. Semut Rumah (Odorous House Ant)

2. Semut Api (Fire Ant)

3. Semut Tukang Kayu (Carpenter Ant)

Fakta Mengenai Semut:

- Semut adalah serangga sosial (berkoloni & sistem kasta)
- Pemakan apa saja (scavenger)
- Membersihkan diri (grooming)
- Transfer makanan diantara sesama semut
- Ukuran 0.3 cm
- Berwarna coklat
- Bersarang di luar dan dalam bangunan
- Mengeluarkan aroma tak sedap
- Ukuran 0.3 0,9 cm
- Berwarna coklat kemerah-merahan
- Bersarang di tanah & di dalam bangunan dicelah tembok
- Ukuran paling besar diantara semut lainnya, 0,6 1,9
- Warnanya hitam, merah kehitaman atau coklat
- Merusak struktur kayu
- Bersarang di kayu lapuk & lembab.

LALAT

Jenis Lalat :

1. Lalat Buah (Drorosophilidae)

2. Lalat Rumah (Musca Domestica)

Fakta Mengenai Lalat:

- Merugikan karena mentransfer bibit penyakit
- Pemakan bahan-bahan organik dari sampah & bangkai
- Bersayap 1 pasang
- Ukuran 0,3 cm
- Berwarna abu-abu hitam
- Hanya butuh 8 hari untuk menjadi dewasa
- Makan dari bahan organik dan buah
- Ukuran 0,7- 0,8 cm dan berwarna abu-abu
- Selama hidupnya dapat bertelur 350- 900 butir
- Makan dari bahan organik & sampah
- Dewasa dalam 10 hari serta berumur 4 12 minggu.

KUTU

Jenis kutu:

1. Kutu Kucing (Ctenocephalides felis)

2. Kutu Anjing (Riphichephalus sangurneueus).

Fakta Tentang Kutu:

- Biasanya bersarang pada hewan peliharaan
- Menghisap darah
- Bergerak dengan meloncat
- Menimbulkan rasa gatal pada kulit manusia akibat gigitan
- Bergerak lambat
- Perkembangbiakan sangat cepat
- Menimbulkan rasa gatal pada kulit manusia akibat gigitan.

NYAMUK

Fakta Mengenai Nyamuk:

- Hanya nyamuk betina yang menghisap darah
- Jenisnya yang umum Culex, Anopheles dan Aedes aegypti
- Dewasa dalam 2-3 minggu
- Dapat menyebarkan bibit penyakit.

LABA-LABA

Fakta Mengenai Laba-Laba :

- Tidak termasuk serangga, tapi cara pengendaliannya sama

- Mengganggu dari segi estetika yaitu keberadaan sarangnya.

Pengendalian Serangga

PENGENDALIAN SERANGGA


Insect control adalah usaha pengendalian serangga hama & lainnya secara terpadu & berkelanjutan.


Jenis Serangga diantaranya:


1. Kecoa
2. Semut
3. Laba-laba
4. Nyamuk
5. Lalat
6. Kutu
(tidak termasuk rayap).


Insect Control bertujuan untuk mengendalikan populasi hama sehingga tidak menimbulkan gangguan.


PERALATAN INSECT CONTROL :


Mist Blower


Alat untuk mengaplikasikan partikel larutan pestisida dengan pengkabutan untuk mengendalikan lalat & nyamuk. Lebih efektif dari pengasapan (fogging) karena memiliki efek residual, dengan kemasan yang langsung diaplikasikan pada lokasi.


ULV Machine


Alat untuk mengaplikasikan partikel larutan pestisida dengan cara pengembunan, digunakan untuk area dalam bangunan. Sangat efektif untuk mengendalikan nyamuk & lalat.


Hand Sprayer


Alat untuk mengaplikasikan larutan pestisida dengan cara disemprotkan ke area yang terinfestasi/ potensial
terinfestasi. Efektif untuk
mengendalikan kecoa, semut, kutu & laba-laba.


Lain-lain


Bait gun, Whitmire System1 II &VII, Hand duster.


BAHAN INSECT CONTROL :


Insektisida Cair


Insektisida dalam bentuk cair yang dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi tertentu.


Insektisida Bubuk


Insektisida dalam bentuk  bubuk halus yang dapat langsung diaplikasikan ataupun dilarutkan dalam air dengan konsentrasi
tertentu.


Insektisida Granule


Insektisida dalam bentuk butiran berukuran agak besar yang langsung ditaburkan pada lokasi.


Insektisida Gel


Insektisida dalam bentuk gel dengan kemasan yang langsung diaplikasikan pada lokasi.


FAKTA TENTANG SERANGGA


- Seekor kecoa dapat hidup selama 1 bulan tanpa kepala.


- Sekor semut dapat mengangkat beban 20 kali berat tubuhnya.


- Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia.


- Seekor kutu dapatmelompat setinggi 8 inci, ini dama dengan 150 kali tinggi tubuhnya.

Mengetahui Lebih Dalam Tentang Hama Tikus

Sifat Umum Tikus :


1. Binatang pengerat yang mengerat untuk mengasah giginya
2. Aktif di malam hari (nocturnal)
3. Memiliki sifat "Jera Umpan"
4. Berpenglihatan sangat kurang
5. Pergerakan selalu di tepi dinding
6. Indra pendengaran, perasa & penciuman sangat baik
7. Suka menjilati tubuhnya sendiri untuk membersihkan (grooming)


JENIS TIKUS
Tikus Atap (Ratus rattus)


1. Berat 150 250 gr
2. Panjang ekor 18-25 cm (lebih panjang dari tubuhnya)
3. Moncong runcing, telinga dan mata besar
4. Warna abu kehitam-hitaman
5. Kotoran ramping panjang 1,2 cm & ujungnya runcing
6. Usia hidup 9-24 bulan
7. Dewasa dalam 2-3 bulan
8. Jumlah anak / kelahiran 6-10 ekor
9. Dalam 1 tahun 6 x kelahiran
10. Panjang tubuh 15-22 cm
11. Ahli dalam memanjat & melompat
12. Bisa berenang namun tidak ahli
13. Omnivora, suka buah, sayur, kacang & biji-bijian
14. Pemalu, kurang suka sesuatu yang baru
15. Area jangkauan 15-30 m
16. Bisa menembus lubang sebesar 1,2 cm
17. Dapat bersarang di tanah jika populasinya meningkat


Habitat Tikus Atap :
1. Atap
2. Lot engga
3. Lorong


Tikus Rumah (Mus musculus)


1. Berat 50-150 gram
2. Panjang tubuh 6-10 cm, ekor 7,5-10 cm
3. (ekor lebih panjang dari tubuhnya)
4. Moncong runcing, telinga besar, mata kecil
5. Warna coklat muda/ abu-abu muda
6. Ujung kotoran runcing, berukuran 0,3-0,6 cm
7. Dewasa dalam 1,5 bulan
8. Usia hidup 9-12 bulan
9. Jumlah anak/ kelahiran 6-7 ekor
10. Lebih menyukai biji-bijian, sereal, serangga & makanan apapun yang ditemui
11. Tidak perlu setiap hari minum air
12. Makan beraneka ragam makanan tapi dalam jumlah (nibblers)
13. Rasa ingin tahu tinggi akan sesuatu hal yang baru
14. Ahli memanjat & bisa berenang
15. Area jangkauan 3-6 m
16. Bisa menembus lubang sebesar 0,6 cm
17. Dalam 1 tahun dapat melahirkan 8-10 kali.


Habitat Tikus Rumah :


1. Gudang
2. Lagi
3. Lemari


Tikus Got (Rattus norvegicus)


1. Berat 200-500 gr
2. Panjang tubuh 19-25 cm, ekor 15-22 cm
3. (ekor lebih pendek dari tubuh)
4. Moncong tumpul, telinga dan mata kecil
5. Warna coklat tua bagian atas, muda di bawah
6. Kotoran berbentuk kapsul dengan ukuran 2 cm
7. Usia hidup 5-12 bulan, bahkan hingga 3 tahun
8. Dewasa dalam 2-3 bulan
9. Jumlah anak/kelahiran 8-12 ekor
10. Kelahiran dalam 1 tahun ada 7 kali dalam setahun
11. Pemalu, gugup jika ada sesuatu yang baru
12. Omnivora, lebih menyukai daging & kacang
13. Hanya makan 1 jenis makanan yang disukainya
14. Ahli berenang
15. Bisa memanjat namun tidak ahli
16. Area jangkauan 15-30 m
17. Bisa menembus lubang sebesar 1,2 cm.


Habitat Tikus Got :


1. Got / selokan
2. Lubang dalam tanah


Tanda-tanda Keberadaan Tikus :


1. Kotoran tikus
2. Jejak tikus
3. Bekas urine
4. Bulu
5. Tanda gesekan tubuh pada dinding / grease mark
6. Bukti hidup / mati
7. Lubang sarang di tanah
8. Bekas gigitan / kerusakan
9. Sarang
10. Bau
11. Suara


PENGENDALIAN TIKUS


Rodent Control adalah usaha pengendalian tikus hama secara terpadu & berkelanjutan. Pengendalian meliputi tikus got, tikus rumah & tikus atap.


Rodent Control dilakukan untuk mengendalikan populasi tikus agar tidak menimbulkan gangguan.


Penyedia jasa pembasmi hama tikus atau rodent control ini melayani 3 kategori pelanggan, diantaranya adalah :


1. Residential
2. Commercial
3. Industrial


Sistem 3 Lapis dalam pengendalian hama tikus:


RING I


Pemasangan bait stations di sepanjang sisi pagar bagian dalam yang bertujuan monitoring dan mencegah re-infestasi dari areal luar pagar.


RING II


Pemasangan bait stations di sepanjang sisi bagian luar bangunan. Tujuannya untuk monitoring dan mencegah adanya tikus yang masuk ke dalam bangunan.


RING III


Pemasangan bait stations ataupun perangkap di area dalam bangunan, hal ini untuk monitoring dan mencegah tikus yang sudah terlanjur berada di dalam bangunan.


KONTRAK KERJA :


Mengingat kemungkinan adanya re-infestasi hama dari luar dan perkembangbiakan hama yang cepat, maka pengendalian hama yang efektif sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan.


Pengendalian yang direkomendasikan oleh perusahaan penyedia jasa ini adalah umumnya adalah sistem kontrak bergaransi (min. 1 tahun), yang meliputi:


Initial Treatment :


Usaha pengendalian tikus pada bulan I, dengan tujuan untuk
mengendalikan semua tikus yang ada pada lokasi tersebut


Regular Treatment :


Usaha pengendalian tikus pada bulan l - XIl dengan tujuan
untuk mencegah adanya re-infestasi tikus dari lingkungan sekitar lokasi.


GARANSI


Jika masih ada masalah dengan hama di luar jadwal rutin pengendalian, maka penyedia jasa rodent control akan melakukan pengendalian ulang secara GRATIS!


Jika ada kesulitan dalam menemukan bangkai tikus, maka dalam kondisi tertentu maka akan membantu mencari dan mengambilnya dengan tanpa biaya tambahan lagi.

Tanya Jawab Seputar Rayap 2

Semua Jawaban oleh
(Drs. Muhammad Amir Msc - Museum Zoologi, Bogor)
Pertanyaan :


1. Benarkah rayap hanya memakan kayu? Bagaimana dengan bahan PVC ?


Jawaban :


Rayap yang makan PVC beluk diketahui dengan pasti, Namun di Australia pernah dilaporkan adanya seng yang dimakan oleh rayap.


Pertanyaan :


2. Apakah mungkin terjadi penularan rayap dari daerah lain dengan cara terbawa sesuatu kedalam bangunan, mengingat rayap hanya mungkin hidup dalam suatu koloni rayap.


Jawaban :


Koloni rayap dapat timbul di daerah ain atau di daerah yang baru karena adanya laron yang terbang ke daerah lain. Bila laron berhasil menemukan lawan jenisnya, maka akan terjadilah koloni baru.


Pertanyaan :


3. Bagaimana cara rayap bernafas didalam tanah.


Jawaban :


Rayap bernafas dengan jalan mengambil O2 dari tanah karena O2 juga terdapat dalam tanah. Disamping itu rayap juga membuat saluran-saluran dalam tanah agar O2 dapat masuk.


Pertanyaan :


4. Apakah rayap dapat memakan sel-sel kayu yang masih hidup, tidak hanya memakan sel-sel kayu yang mati saja.


Jawaban:


Ada jenis rayap yang memang memakan sel-sel kayu hidup dan ada juga rayap yang memakan hanya sel-sel kayu yg sudah mati. Namun kebanyakan yang dimakan oleh rayap adalah sel-sel kayu yang sudah mati.


Contoh :


Nectotermes dan Odondotermes memakan kayu hidup dan kayu mati. Rayap ini menyerang pangkal batang dalam tanah pada tanaman kayu putih sehingga tanaman roboh seperti halnya yang terjadi di pulau Jawa dan Madura.


Informasi tambahan:


Menurut Prof Dr Ir Surjono Surjokusumo (Fakultas Kehutanan, IPB Bogor)


Di seluruh negara bagian Amerika sudah terdeteksi adanya rayap. Barangkali hal ini karena manusia membawa barang-barang yang sudah mengandung rayap didalamnya. Hal ini karena perubahan lingkungan yang dilakukan manusia akan menimbulkan ekologi baru yang dapat menguntungkan bagi kehidupan rayap.


Berikutnya jawaban tambahan dari Ir Dodi Nandika MS (Fakultas Kehutanan IPB, Bogor)


Di IPB kami sedang mencoba soil treatment dengan menggunakan kapur dan keadaan Tanah berpasir. Ada kecenderungan makin tinggi kapur, maka populasi rayap akan menurun. Mungkin kapur menyebabkan suhu semakin tinggi, sehingga rayap akan mati atau kapur merupakan racun. Sampai tulisan ini dibuat percobaan masih berlangsung dan belum selesai.


Pertanyaan:


5. Kita ketahui bahwa pengawetan pada kayu akan meningkatkan daya tahan terhadap serangan serangga. Dalam pengawetan kayu lapis ada kecenderungan dilakukan dengan cara perendaman.


Pertanyaan saya adalah, bagaimana pengaruh tindakan tersebut terhadap penurunan daya rekatnya, karena kalau diawetkan, mungkin awet tapi lebih cepat mengelupas?


Jawaban oleh Ir Abdurrahim Martawijaya, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor) :


Kita ada kegiatan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui efek pestisida pada daya rekat. Adapun sebagian caranya adalah dengan menggunakan berbagai macam pestisida serta dengan berbagai macam teknik telah digunakan. Diantaranya yaitu apakah lebih difokuskan efek terkena pas hanya pada perkataan yang digunakan, atau terhadap venirnya.


Karena ada 3 macam kemungkinan mengenai pengawetan kayu lapis ini:


1. Perkataan diberi pestisida
2. Venirnya sebelum direkatkan di beri pestisida
3. Triplek itu sendiri yang diberi pestisida


Pertanyaan:


6. Adakah Cara pengendalian hama rayap yang baik, paling ekonomis serta dapat dipertanggungjawabkan karena tidak mengganggu kesehatan.


Jawaban:


Kalau kita hanya menggunakan soil treatment saja, berarti hanya membatasi barrier di bawah rumah supaya tidak diserang oleh rayap, terutama rayap tanah. Tetapi jenis organisme lain seperti bubuk kayu, rayap kayu kering atau jamur tidak dapat dilakukan pengendalian hanya dengan soil treatment. Dalam hal ini, soil treatment sudah sangat banyak membantu dalam mencegah serangan rayap tanah, yang mana rayap tanah merupakan penyerang utama pada bangunan rumah.

Tanya Jawab Seputar Rayap 1

Pertanyaan :


1. Di daerah tropis, kira-kira sampai kedalaman tanah berapa meter rayap bisa hidup?


Jawaban:
Penelitian rayap dilakukan di Indonesia belum banyak. Rayap tanah di daerah tropis banyak dijumpai pada lapisan sub soil, tetapi tidak harus mutlak pada lapisan sub soil karena hal tersebut tergantung pada keadaan Tanah.


Sebagai contoh :


Rayap di pulau Madura yang hidup pada kayu putih pada musim hujan berada pada kedalaman 1-1 1/2 meter, pada musim kemarau masuk kedalam lapisan tanah yang lebih dalam bahkan mencapai 5 meter dari permukaan tanah.


(Drs. Muhammad Amir Msc - Museum Zoologi, Bogor)


Pertanyaan :
2. Adakah metode untuk mendeteksi atau sebagai perangkat terhadap rayap, misalnya dengan zat tertentu


Jawaban:
Populasi dan distribusi rayap didalam tanah dapat ditentukan dengan sampling, dengan menggunakan patok-patok kayu dari jenis kayu yang mengandung resin. Patok-patok kayu tersebut ditancapkan ketabahan secara sistematis dan setiap saat dicabut kemudian dihitung populasi rayapnya. Dari hasil penghinaan ini dapat diketahui distribusinya.


(Drs. Muhammad Amir Msc - Museum Zoologi, Bogor)


Pertanyaan :


3. Apakah ada data distribusi dari jenis-jenis rayap di Indonesia sebagai serangga yang menguntungkan untuk bidang Agricultural dan jenis yang merusak bangunan atau merugikan?


Jawaban :


Rayap dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan manusia. Jika yang dimakan limbah maka akan mempercepat daur hidup, maka dalam hal ini rayap menguntungkan bagi manusia. Jika yang diserang kayu-kayu kita yang ada pada bangunan, maka rayap kita anggap merugikan.


Pertanyaan :


5. Apakah rayap didaerah tropis hidup pada suhu yang labil ataukah pada suhu tertentu saja. Berapa suhu yang paling cocok untuk rayap?


Jawaban :


Uap air diperlukan dalam sarang yang tertutup untuk mempertahankan kelembapan udara. Umumnya rayap hidup di hutan-hutan yang lembab untuk mencegah kekeringan.


Rayap hidup diluar sarang hanya sementara. Rayap tidak menyukai suhu rendah, rayap tidak dapat hidup pada suhu kurang dari 30-33 derajat celcius. Apabila suhu didalam sarang meningkat, maka dapat diatasi dengan adanya lubang-lubang pada sarang tersebut.


Pertanyaan :


6. Bagaimana membedakan atau mengidentifikasi rayap kayu basah dan rayap tanah, karena kedua rayap ini mempunyai habitat yang sama. Sedangkan pest control hanya memberikan jaminan untuk rayap tanah sedangkan kerusakan juga dapat disebabkan oleh rayap kayu basah.


Jawaban:


Rayap tanah umumnya menyukai tanah basah. Ada jenis rayap kayu lembab, berbeda dengan rayap tanah yang menyukai kayu-kayu yang lembab, karena memerlukan kadar air tertentu. Koloni rayap ini dalam batang kayu, tidak ada hubungannya dengan tanah.


Rayap ini banyak dijumpai pada hutan-hutan jati, tanaman Nangka dan didaerah rawa-rawa (kayu bakau). Rayap kayu ini juga merusak kayu dalam areal yang luas.


Pertanyaan :


7. Apakah ada insektisida yang disetujui pemerintah untuk control reproduction dengan jalan tropalaksis.


Jawaban :


Tropalaksis adalah kebiasaan rayap memuntahkan isinya perutnya ke rayap lain untuk pertukaran protozoa yang sudah di dalam perut. Pada saat ganti kulit, protozoa ikut terlepas. Oleh karena itu memerlukan inokulasi protozoa baru.


Pertanyaan :


8. Adakah petunjuk untuk mengetahui feed ingin strategi dari rayap ini.


Jawaban :


Perilaku tropalaksis ini dapat dimanipulasi dengan insektisida quick knock down atau chemosterilan. Insektisida tersebut misalnya Mirex. Insektisida ini akan dipindahkan atau ditularkan dari satu rayap ke rayap lainnya.


Chemosterilan akan mengakibatkan telur tidak menetas dan memadukan rayap. Mungkin cara ini adalah cara yang baik untuk pengendalian. Adanya jamur yang menghasilkan bahan kimia pretan, jika diberikan pada kayu dengan konsentrasi 0,5 ppm dapat menarik rayap. Barangkali jika senyawa ini dicampur dengan insektisida dapat digunakan untuk memanipulasi rayap.


Pertanyaan :


9. Bagaimana dwelling rayap yang ideal (environmental dan temperature).


Jawaban:


Cara lainnya dengan menggunakan sulphur dan kapur adalah suatu cara untuk merubah lingkungan sehingga tidak disukai oleh rayap.

Teknik Injeksi Anti Rayap Pada Pondasi Bangunan Rumah

Pada umumnya bangunan rumah didirikan di atas tanah, kecuali pada bangunan-bangunan khusus yang didirikan diatas rawa atau air. Tanah tempat mendirikan bangunan, tidak selalu memenuhi syarat yang ditentukan sebagai tempat mendirikan bangunan. Agar tanah yang demikian dapat memenuhi syarat tersebut, maka dalam salah satu teknik pembasmian dan pencegahan jasa anti rayap dapat dilakukan dengan menggunakan (soil treatment) atau yang lebih dikenal sebagai teknik Injeksi terhadap tanah.



Teknik injeksi pada Pondasi Bangunan bisa didefinisikan sebagai perlakuan terhadap tanah untuk mengubah sifat tanah agar memenuhi syarat yang ditentukan.


Teknik injeksi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :


- Mengubah sifat fisik/mekanis tanah


- Merubah sifat kemis/kimiawi tanah


Pada artikel kali ini akan kita bahas soil treatment Kimiawi, yaitu tindakan yang ditujukan untuk mengubah sifat kemis tanah, agar tanah tempat bangunan didirikan dapat berfungsi sebagai pencegahan dari serangan serangga perusak kayu yang ada pada bangunan.


Ada 2 Macam teknik injeksi, yaitu:


1. Pra Konstruksi


Teknik ini dilakukan sebelum bangunan didirikan.


2. Post Konstruksi


Treatment ini dilakukan setelah bangunan berdiri dan bahkan mungkin sudah ditinggalkan oleh pemilik rumah.


Prinsip dasar dari Teknik Injeksi ada untuk membuat keadaan seperti dibawah ini



Tujuan membuat penghalang kimia sempurna antara tanah dan bangunan. Diharapkan hama rayap tidak akan dapat menerobos dan masuk kedalam bangunan untuk kemudian melakukan perusakan. Bagian bangunan maupun isi bangunan yang terbuat dari kayu yang diketahui mengandung selulosa.


Rayap akan menerobos ke dalam bangunan lewat jalur penghubung seperti :


1. Lubang-lubang yang sengaja dibuat


2. Celah-celah yang tak sengaja dibuat


3. Langsung merambat dari tanah ke bahan yang dibutuhkan oleh rayap


Adapun lubang-lubang pada bangunan yang berhubungan dengan tanah adalah:


1. Bak air


2. Jaringan kabel/listrik/telepon


3. Lubang lain yang kering


Berikutnya Celah-celah yang mungkin terdapat pada bangunan diantaranya :


1. Retak pada pondasi


2. Retak-retak pada dinding


3. Retak pada lantai


Untuk melakukan sebuah pekerjaan anti rayap terhafap bangunan pra konstruksi agar diperoleh hasil yang baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:


1. Gambar Rencana Bangunan, yang meliputi :


- Gambar situasi


- Gambar Denah


- Gambar rencana pondasi


- Gambar rencana jaringan


2. Menyusun Rencana Kerja atas dasar :


- Rencana kerja konstruksi


- Mempersiapkan bahan dan peralatan serta perlengkapan sesuai rencana kerja



Teknik injeksi ini tercapai secara sempurna bila :


1. Bangunan berdiri sendiri, tidak bergandeng/menempel dengan bangunan lain


2. Apabila bangunan bergandengan seperti pada gambar dibawah ini



Maka treatment yang dikerjakan harus pula meliputi treatment dinding pembatas antar bangunan. Dengan gambar-gambar ini maka dapat ditentukan pula sasaran treatment nya, dimana dan seberapa luas dan besarnya.


Pekerjaan Post Konstruksi yang dilakukan setelah bangunan yang baru berdiri ataupun bangunan yang sudah lama berdiri. Bangunan yang demikian ada kemungkinan bahwa salah satu bagiannya telah dimakan oleh koloni rayap. Oleh karena itu, sebelum melakukan pekerjaan anti rayap maka diperlukan pemeriksaan menyeluruh, maka dibutuhkan gambar as build drawings, gambar-gambar sesuai dengan apa yang telah dikerjakan yang meliputi :


1. Situasi


2. Denah


3. Pondasi


4. Jaringan-jarinahn instalasi lain


Dari gambar tersebut dapat diteliti keadaan sesungguhnya bangunan yang akan di treatment, untuk menginventarisir persiapan yang diperlukan sebelum treatment dilakukan, diantaranya:


1. Pengadaan bahan kimia obat anti rayap


2. Peralatan (bor,injektor, dan lainnya)


3. Perlengkapan (sarung tangan, master, papan peringatan dan lainnya)


4. Rencana treatmentnya


Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan seperti pada gambar dibawah ini:



Semprot sisi bagian dalam lubang galian, sebelum pasangan pondasi dipasang.



Tanah uruk, semprot secara bertahap tanah urukannya, sebelum urukannya penuh.



Semprot urukan tanah secara keseluruhan, baik diatas pondasi maupun tanah dibawah lantai, sebelum pasangan lantai dikerjakan.



Bila pekerjaan a,b dan c dikerjakan secara sempurna, maka barrier kimia dapat tercapai.


Untuk treatment dibawah lantai dapat dipertimbangkan metode ini.



Gambar diatas menunjukan obat anti rayap yang dicampur dengan adukan semen.


Lubang instalasi yang diperkirakan dapat digunakan menerobos rayap, sebaiknya disumbat dengan adukan semen dicampur obat anti rayap.


Apabila pekerjaan soil treatment dapat dikerjakan dengan sempurna, maka akan terpasang barrier sebagai penghalang rayap tanah perusak bangunan. Dari itu, salah satu penyebab kerusakan bangunan akan dapat dihindari. Tujuannya, umur bangunan akan dapat diperpanjang.


STANDARDISASI PELAKSANAAN SOIL TREATMENT


Untuk meningkatkan sistem aplikasi soil treatment perawatan tanah dengan insektisida anti rayap, maka diperlukan adanya standarisasi pada pelaksanaan aplikasi anti rayap ini. Karena bila tidak dilakukan secara standar, maka bisa menyebabkan timbulnya berbagai dampak negatif, seperti lingkungan yang tercemar atau kegagalan fungsional dari hasil teknik injeksi pada tanah ini.


Seperti halnya pada berbagai macam pekerjaan dalam sebuah proses pembangunan suatu gedung atau perumahan, maka pelaksanaan perawatan tanah hendaknya di uraian lebih jelas dalam rencana kerja atau bestek.


Bestek merupakan pegangan bagi pelaksana (kontraktor) dan konsultan pengawas untuk melakukan pekerjaannya. Karena perawatan tanah secara kimia ini bisa berbahaya terhadap manusia, maka persyaratan dan teknik pelaksanaan harus dikenal dan diketahui semua pihak yang terlibat didalamnya.


Pada artikel kali ini, akan dihimpun masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan perawatan tanah sebagai bahan penyusunan suatu standar pelaksanaan perawatan tanah yang fungsional dan sesuai dengan keadaan alam dan masyarakat di Indonesia.


Dengan adanya standar, maka praktek perawatan tanah fanatik seragam dan tepat sasaran yaitu melindungi bangunan dari serangan rayap tanah.


Akan kami kemukakan pokok yang kami ketahui dengan harapan dapat menjelaskan informasi mengenai masalah yang dapat timbul dalam praktek perawatan tanah atau teknik injeksi ini.


Spesifikasi Perawatan Tanah Untuk Pengendalian Hama Rayap


Dalam suatu pelaksanaan aplikasi anti rayap terdapat beberapa hal yang wajib menjadi pegangan sebagai pedoman dan dapat diikuti dengan baik agar terlaksana dengan sukses.


Terdapat 8 hal yang menjadi standar kerja dalam teknik injeksi anti rayap, yaitu :


1. Teknik Injeksi


Yang dimaksud dengan teknik injeksi pada tanah mencakup pemberian racun pada tanah dan agregat bangunan sedemikian sehingga terbentuk lapisan pelindung tidak tembus dan mematikan rayap tanah dibawah bangunan.


2. Bahan Anti Rayap


Insektisida yang dipakai harus dapat diemulsi dengan air dan komposisinya merata dalam seluruh cairan.


3. Kemasan dan Label


Bahan kimia harus diserahkan ditditempat kerjaan dalam keadaan masih utuh dan tertutup dengan baik (tersegel) serta berlalu seperti sewaktu diterima dari distributor atau toko.


4. Uraian Kerja dan Konsentrasi Pengiriman


Perawatan tanah untuk gedung yang sedang dibangun haruslah serasa dan terkoordinasi dengan seluruh pembangunan sehingga tidak memperlambat ataupun mengganggu kelancaran proses pembangunan.


Perawatan dimulai segera setelah fondasi selesai digali dengan penyemprotan larutan insektisida secara merata dengan jumlah penyemprotan 1 galian tiap meter persegi permukaan tanah.


Pada waktu menimbulkan kembali galian fondasi dan basement dengan perawatan 2 gallon/5 feed memanjang/1 feed kedalaman.


Penyemprotan terakhir diberikan merata keseluruh permukaan Tanah yangctelahvteruji siap diberi lantai dengan volume 1 galian tiap meter persegi permukaan. Konsentrasi ini harus ditambah bila pengiriman dilakukan diatas lapisan kerikil.


Khususnya untuk label tanah perlu sisi dan parut galian serta setelah ditimbun kembali tiap feed ke sampai 3 feed diatas kabel.


5. Tindakan pengamanan


Selamat pelaksanaan kontraktor harus mengamati dan melakukan tindakan pengamanan sesuai dengan petunjuk dan saran tertulis dari perusahaan produsen insektisida yang digunakan.


6. Sertifikasi


Sebagai persyaratan untuk diterimanya pelaksanaan injeksi anti rayap pada tanah, maka kontraktor harus menyerahkan sertifikat tertulis yang menyatakan sebagai berikut:


a. Zakat kimia yang digunakan untuk aplikasi anti rayap dengan keterangan mengenai konsentrasi yang digunakan, merk dagang dan produsennya.


b. Cara dan volume aplikasi seperti standard pelaksanaan yang dipakai.


7. Garansi


Kontraktor harus menyerahkan persyaratan tertulis sebagai garansi bahwa aplikasi injeksi anti rayap yang telah dilaksanakan dengan standar sesuai bestek dan menjamin efektivitas kerja tidak kurang dari lima tahun setelah diterima pekerjaan anti rayap tersebut.


Setiap bukti adanya penyerangan rayap yang terjadi selama jangka waktu garansi, pemborong harus melakukan aplikasi anti rayap kembali secara gratis dari perusahaan pemberi jaminan.


8. Peralatan


Untuk menyemprot harus digunakan kompresor yang cukup kuat sehingga laju penyemprotan dapat sesuai dengan aplikasi perawatan yang diinginkan.


Larangan:


1. Aplikasi Injeksi Pada tanah yang sangat basah atau segera setelah hujan lebat untuk pencegahan terangkutnya obat anti rayap keluar.


2. Bila penimbunan /penutupan kembali hasil perawatan Tidak segera, perlu dilakukan tindakan pengamanan terhadap akibat pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya.


3. Tidak boleh melakukan perawatan tanah di daerah yang sumber airnya mudah terkontaminasi.


4. Khusus untuk sumur air bersih, harus diselidiki apakah terdiri dari lapisan tanah yang mengandung kerikil atau dapat retak sewaktu musim kemarau panjang. Untuk hal tersebut aplikasi injeksi anti rayap tidak dibenarkan. Sebagai gantinya digunakan metode "mechanical blocking".